LPEM UI Sarankan BI Tahan Suku Bunga di 5,5 Persen

5 hours ago 2

LEMBAGA Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menilai Bank Indonesia perlu mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,5 persen. BI dijadwalkan mengumumkan kebijakan suku bunga dalam konferensi pers rapat dewan guberur bulanan hari ini, Kamis, 18 Juni 2026.

Dalam analisisnya, LPEM menyoroti inflasi umum yang meningkat menjadi 3,08 persen year on year pada Mei 2026 dari 2,42 persen year on year pada April 2026. “Meskipun masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia sebesar 1,5 persen–3,5 persen, risiko inflasi dari sisi pasokan pangan dan penyesuaian harga energi tetap perlu dicermati ke depan,” ucap Peneliti LPEM Teuku Riefky dalam Seri Analisis Makroekonomi, dikutip Kamis, 18 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pada Selasa, 9 Juni 2026, Bank Indonesia menaikkan suku bunga di luar jadwal rapat bulanan sebesar 25 basis poin, melanjutkan kenaikan 50 basis poin pada bulan Mei. LPEM memandang langkah tersebut cukup tepat, seiring dengan pelemahan rupiah yang masih berlanjut mencapai level terendahnya di Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan rupiah terjadi tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap risiko domestik, termasuk pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Menurut Riefky, baik pasar obligasi maupun pasar saham mencatat arus keluar dana asing. Namun demikian, pasar saham tetap mencatat penguatan dikarenakan investor domestik masuk dan mendorong kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). BI sendiri telah menaikkan imbal hasil SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) sebagai bagian dari upaya mendukung rupiah.

LPEM mencatat cadangan devisa telah menurun US$ 11,6 miliar dalam lima bulan terakhir, menandakan intervensi di pasar valuta asing yang masih berlanjut. Selain itu, LPEM mempertimbangkan pengetatan kebijakan yang telah berlangsung secara bertahap sejak Mei, intervensi valuta asing yang terus berlanjut, serta kebutuhan untuk mengevaluasi dampak dari langkah-langkah yang baru-baru ini diambil. "Bank Indonesia perlu mempertahankan suku bunga kebijakannya pada level 5,5 persen dalam rapat dewan gubernur yang akan datang,” kata Riefky.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |