Minyak Rusia Jadi Alat Tawar, Hungaria Tekan Ukraina dan Uni Eropa

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BUDAPEST — Dinamika geopolitik Eropa kembali memanas setelah Hungaria menjadikan pasokan minyak Rusia sebagai alat tawar dalam negosiasi dengan Ukraina dan Uni Eropa. Isu energi yang sebelumnya bersifat teknis kini berubah menjadi instrumen politik yang menentukan arah hubungan kawasan.

Perdana Menteri Hungaria yang baru terpilih, Péter Magyar, secara terbuka mendesak Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, untuk melanjutkan transit minyak Rusia melalui pipa Druzhba.

“Jika pipa Druzhba cocok untuk mengangkut minyak, maka saya memintanya untuk membukanya seperti yang dijanjikan. Kami tidak akan membiarkan pemerasan apa pun,” kata Magyar kepada wartawan, sebagimana diberitakan Ria Novosti pada Senin (20/4/2026).

Pernyataan tersebut menandai perubahan pendekatan Budapest yang semakin tegas dalam menghadapi Kyiv di tengah konflik berkepanjangan Rusia-Ukraina.

Sebelumnya, Perdana Menteri Hungaria saat ini, Viktor Orbán, mengungkapkan bahwa Brussel telah menerima sinyal kesiapan Ukraina untuk melanjutkan pasokan energi melalui jalur tersebut.

Namun, informasi tersebut diiringi dengan tekanan terhadap Hungaria agar menghentikan blokade terhadap pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina.

Pinjaman yang dimaksud mencapai sekitar 90 miliar euro, menjadikannya salah satu paket bantuan finansial terbesar bagi Kyiv sejak konflik dengan Rusia memuncak.

Budapest menegaskan bahwa dukungan terhadap pinjaman tersebut tidak akan diberikan sebelum aliran minyak Rusia kembali normal melalui jalur Druzhba.

Sikap ini mencerminkan posisi Hungaria yang konsisten memprioritaskan kepentingan energi domestik di tengah tekanan politik dari mitra Eropa.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |