Disbun Sumsel targetkan program PSR 3.600 hektare pada 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG, – Dinas Perkebunan Sumatera Selatan menargetkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 3.600 hektare pada 2026. Target ini akan tersebar di delapan kabupaten di provinsi tersebut, seperti yang diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Ichwansyah, di Palembang pada Senin.
Alokasi terbesar untuk program PSR tahun ini berada di Kabupaten Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir, masing-masing seluas 1.000 hektare. Selain itu, program ini juga dialokasikan masing-masing 300 hektare di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Muara Enim, dan Musi Rawas Utara.
Sementara itu, Kabupaten Musi Rawas mendapatkan alokasi 150 hektare dan Kabupaten Lahat seluas 250 hektare. Total rekomendasi teknis PSR di Sumsel sejak 2017 hingga 2025 mencapai 75.016 hektare, meski terdapat 1.884 hektare yang mengundurkan diri dari program.
Ichwansyah menjelaskan bahwa seluas 67.395 hektare telah melalui proses tumbang dan pencacahan (chipping), sementara 66.015 hektare sudah ditanam. Namun, masih terdapat 1.380 hektare yang telah di-chipping tetapi belum ditanam.
Realisasi dan Distribusi PSR
Realisasi rekomendasi teknis PSR terbesar selama periode 2017-2025 berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir seluas 37.074 hektare, diikuti Musi Banyuasin dengan 21.665 hektare, dan Muara Enim sebesar 6.389 hektare. Kabupaten lain yang juga menerima PSR adalah Banyuasin (1.988 hektare), Ogan Komering Ulu (1.950 hektare), Lahat (1.913 hektare), Musi Rawas Utara (999 hektare), serta Kota Prabumulih (473 hektare).
Adapun realisasi PSR per tahun, pada 2017 tercatat seluas 6.343 hektare, terus meningkat hingga mencapai 13.103 hektare pada 2019, dan kembali meningkat pada 2023 dengan luas 11.639 hektare. Namun, ada penurunan pada 2024 dan 2025 menjadi 3.408 hektare dan 1.636 hektare berturut-turut.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 hour ago
1














































