PRESIDEN Prabowo Subianto akan memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan hari ini, Senin, 20 Juli 2026. Kabar ini dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
“InsyaAllah, nanti sore (Sidang Kabinet Paripurna),” kata Prasetyo melalui pesan singkat kepada awak media, Senin pagi.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra ini tak menjelaskan secara detail apa saja yang akan dibahas dalam sidang kabinet. Menurut dia, sidang ini serupa dengan rapat-rapat yang biasa digelar Prabowo untuk membahas program-program bersama para pembantunya. “Semua bidang terus dibahas, hanya kadang perlu mekanisme SKP,” tuturnya.
Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini menegaskan pembahasan pada sidang kabinet hari ini akan menyasar semua sektor pemerintahan. "Yang khusus dibahas sudah pasti percepatan pelaksanaan program,” ujar Prasetyo.
Di sisi lain, Prasetyo memastikan evaluasi terhadap pelbagai program Prabowo dilaksanakan di semua rapat. “Pastinya setiap rapat yang utama tentu evaluasi program," kata Prasetyo.
Presiden Prabowo terakhir kali menyelenggarakan sidang kabinet paripurna pada Jumat, 13 Maret 2026 lalu. Seluruh anggota Kabinet Merah Putih, dari menteri, wakil menteri, kepala badan, hingga penasihat khusus presiden hadir dalam rapat besar tersebut. Sidang kabinet saat itu membahas kesiapan pemerintah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan berbagai isu lain.
Dalam kesempatan itu, Prabowo sempat melontarkan keinginannya berhemat untuk menghadapi potensi krisis akibat perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Dia memberi contoh negara lain yang sudah berhemat lewat pemotongan gaji pejabat.
Ia mengatakan Pakistan berhemat karena menganggap krisis di Timur Tengah setara pandemi Covid-19. "Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan," kata Prabowo dalam sidang kabinet di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Tak hanya itu, Prabowo dalam agenda itu mengungkapkan dirinya rutin mendapat laporan intelijen soal pengamat yang tak suka dengan pemerintahannya. Prabowo mengklaim para pengkritik itu dibiayai pihak-pihak yang anti terhadap penguasa. "Kalau dulu saya di luar pemerintah, sekarang saya presidennya. Jadi saya setiap hari dapat laporan intel," kata dia.
Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
















































