Rajangan daun talas akan diekspor ke Yordania.
REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP - Komoditas pertanian lokal asal Cilacap, Jawa Tengah mulai membuka peluang di pasar internasional. Rajangan daun talas kering produksi PT Setia Agro Internasional di Slarang, Cilacap, dipersiapkan untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri. Salah satunya Yordania.
Produk tersebut memiliki beragam pemanfaatan, antara lain sebagai bahan olahan makanan dan bahan baku substitusi tembakau untuk pembuatan rokok herbal. Pengolahan sederhana itu memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang ekspor bagi komoditas pertanian lokal.
Potensi tersebut mendapat perhatian dari Bea Cukai Cilacap melalui kunjungan dan asistensi kepada PT Setia Agro Internasional pada Selasa (18/8/2026). Kepala Kantor Bea Cukai Cilacap, Shinta Dewi Arini, bersama Tim Klinik Ekspor memberikan pendampingan kepada perusahaan yang bergerak sebagai eksportir produk pertanian Indonesia.
Direktur Utama PT Setia Agro Internasional, Gilang Primanda mengatakan rajangan daun talas kering memiliki peluang pasar di Yordania. Untuk menghasilkan produk tersebut, daun talas terlebih dahulu dipanen dan dibersihkan, kemudian diperam selama sekitar dua hari hingga berubah warna menjadi kekuningan.
Setelah proses pemeraman, daun talas dirajang dan dikeringkan selama kurang lebih dua hari di bawah sinar matahari. Produk yang telah kering kemudian dikemas dan dipersiapkan untuk dikirim ke pasar luar negeri.
Sebagai langkah awal memasuki pasar internasional, PT Setia Agro Internasional berencana mengekspor sebanyak 800 kilogram rajangan daun talas kering ke Yordania pada Jumat (21/8/2026). Pengiriman perdana ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas pasar produk tersebut ke negara lain.
Shinta mengapresiasi upaya perusahaan dalam mengembangkan komoditas lokal menjadi produk bernilai ekonomi dan berorientasi ekspor. Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan bahwa produk pertanian yang sederhana pun dapat memiliki peluang di pasar global apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik.
“Kami sangat mengapresiasi pemuda yang bergerak membawa rajangan daun talas kering yang memiliki nilai ekonomis ke kancah internasional. Bea Cukai Cilacap akan terus memberikan support dan asistensi,” kata Shinta.
Bea Cukai Cilacap terus mendorong pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar mampu mengembangkan produknya menuju pasar ekspor melalui pendampingan dan program UMKM Berorientasi Ekspor.
Keberadaan rajangan daun talas kering menjadi salah satu contoh bahwa peluang ekspor tidak selalu berasal dari komoditas unggulan yang telah dikenal luas. Produk pertanian yang diolah menjadi barang bernilai tambah juga memiliki kesempatan untuk bersaing di pasar internasional.

6 hours ago
6













































