Kapal tanker Shenlong berbendera Liberia, yang membawa minyak mentah dari Arab Saudi ke India melalui Selat Hormuz, tiba di Pelabuhan Mumbai di Mumbai, India, 12 Maret 2026. Iran telah mengizinkan kapal tanker minyak India untuk melewati Selat Hormuz setelah pembicaraan diplomatik antara Menteri Luar Negeri S. Jaishankar dan mitranya dari Iran, Abbas Araghchi.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran bersumpah tak akan ada 'setetes pun' minyak atau gas yang bakal bisa melewati Selat Hormuz jika 'agresi' AS berlanjut. Garda Revolusi Iran mengatakan telah menargetkan pesawat AS di bandara Aqaba, Yordania, dengan rudal balistik.
"Selat Hormuz akan tetap tidak aman selama agresi AS di wilayah tersebut berlanjut, jalur ini tidak akan aman untuk transit produk petrokimia, bahkan setetes pun minyak dan gas," demikian pertanyaan IRGC seperti dilansir, the Guardian, Senin (20/7/2026).
IRGC juga mengeklaim bahwa dua kapal tanker minyak telah meledak dan tidak dapat bergerak setelah mencoba melewati apa yang mereka sebut sebagai rute selatan Selat Hormuz. IRGC menyebut kapal tanker itu telah didorong oleh militer AS untuk menggunakan jalur tersebut.
Reuters melaporkan pernyataan dari Korps Garda Revolusi Islam tidak memberikan rincian tentang nama kapal, bendera, awak kapal, atau korban jiwa sehingga tidak dapat diverifikasi secara indepeden.
Garda Revolusi juga memperingatkan militer AS untuk bersiap menghadapi "operasi hukuman".
Iran terus membalas serangan AS dengan menyerang negara-negara sekutu Amerika di seluruh Timur Tengah. Suara sirene terdengar di Bahrain pada Senin pagi dan militer Kuwait kemudian menyatakan pertahanan udaranya menanggapi drone musuh dari Iran.
Garda Revolusi Iran juga mengeklaim telah melancarkan "serangan mendadak" terhadap pusat komando musuh di wilayah Al-Tanf di Suriah. Tiga tentara AS dilaporkan tewas dalam serangan terbaru Iran.
Setelah Iran menargetkan situs-situs di Yordania pada Ahad, Israel memperingatkan bahaya serangan yang meluas ke perbatasan akan menghidupkan kembali konflik regional langsung yang sebelumnya terkendali meskipun ketegangan antara pemerintahan Trump dan Iran kembali meningkat.
"Jika Iran menembakkan rudal ke Israel, kami akan menyerang mereka dengan kekuatan penuh," kata Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada Ahad.
Pejabat AS, Pentagon diperkirakan akan mengirimkan puluhan pesawat pengisian bahan bakar tambahan ke Israel sebagai bagian dari penguatan postur kekuatan di kawasan.
Harga minyak melonjak pada perdagangan awal Asia Senin setelah AS melakukan gelombang serangan terbarunya terhadap Iran dan sebuah kapal terbakar di Selat Hormuz.

19 hours ago
5















































