Kantong teh (ilustrasi). Terdapat delapan jenis makanan yang banyak mengandung mikroplastik, salah satunya kantong teh.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Paparan mikroplastik berpotensi memberikan tekanan pada hati dan dampaknya dapat lebih buruk ketika dikombinasikan dengan pola makan tinggi lemak dan gula. Hal tersebut terungkap dalam studi yang memetakan dampak mikroplastik hingga ke tingkat sel hati.
Studi yang dipublikasikan dalam Science Advances tersebut mengamati tikus jantan yang terpapar mikroplastik jenis polietilena selama delapan pekan. Peneliti menemukan peningkatan penanda cedera hati dalam darah serta perubahan aktivitas gen pada berbagai jenis sel hati.
"Dampak paling kuat terlihat pada tikus yang sekaligus mengonsumsi pola makan yang dirancang untuk memicu penyakit metabolik. Pada kelompok ini, peneliti menemukan penumpukan lemak di jaringan hati dan tanda-tanda stres hati yang lebih besar," kata peneliti studi dilansir laman Study Finds, Jumat (14/8/2026).
Polietilena merupakan salah satu jenis plastik yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain untuk kantong belanja dan botol. Jenis mikroplastik tersebut juga telah terdeteksi dalam jaringan manusia, termasuk jaringan hati.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknologi transkriptomik spasial untuk melihat aktivitas gen sekaligus mengetahui lokasi sel yang mengalami perubahan di dalam jaringan hati.
"Hasil pemetaan menunjukkan adanya titik-titik peradangan yang terkonsentrasi pada zona tertentu di hati, terutama wilayah midlobular dan perisentral. Kedua wilayah tersebut memang diketahui lebih rentan terhadap cedera akibat toksin karena memiliki kadar oksigen yang lebih rendah dan aktivitas metabolisme yang lebih tinggi," jelas peneliti.
Peneliti juga menemukan perubahan komposisi sel. Pada tikus yang mendapat kombinasi pola makan tidak sehat dan paparan polietilena, jumlah sel Kupffer, yakni sel imun yang berperan dalam merespons kerusakan hati, menurun di wilayah tertentu. Sebaliknya, hepatosit midlobular menjadi lebih dominan.
Studi tersebut mengidentifikasi 15 kelompok sel berbeda di hati. Analisis aktivitas gen menemukan ratusan gen yang berubah setelah paparan polietilena, dengan perubahan paling besar terlihat pada tikus yang mengonsumsi makanan tinggi lemak.

2 hours ago
3














































