UBSI Kenalkan Teknologi Aerasi dan Aplikasi EQanku kepada Pembudidaya Nila Sukabumi

7 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mengenalkan sistem aerasi kolam dan aplikasi keuangan digital eQanku di Kampung Kutatengah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (1/8/2026).

Inovasi ini dihadirkan untuk meningkatkan produktivitas serta ketahanan usaha Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Teratai Fishfarm dalam membudidayakan ikan nila. Program yang berlangsung dari April hingga Agustus 2026 ini didanai oleh Ditjen Risbang Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026.

Penerapan teknologi tersebut berawal dari masalah produksi dan tata kelola keuangan yang dihadapi para peternak lokal. Kualitas air kolam yang statis tanpa aerasi sebelumnya membuat kadar oksigen terlarut menurun drastis pada malam hari. Kondisi ini memicu risiko kematian ikan nila hingga 20 sampai 50 persen pada setiap siklus panen.

Di sisi lain, pencatatan transaksi usaha Pokdakan Teratai Fishfarm masih dilakukan secara sederhana menggunakan papan tulis. Hal tersebut membuat pembudidaya kesulitan memantau arus kas, menghitung biaya produksi, hingga mengevaluasi keuntungan harian. Untuk mengatasi kendala itu, tim UBSI menyerahkan paket teknologi aerasi sekaligus mengembangkan aplikasi keuangan digital bernama eQanku.

Bantuan fisik yang diserahkan meliputi tiga unit kincir aerator, satu set pompa air, Dissolved Oxygen (DO) meter, kabel rol, serta timer plug. Selain menyerahkan alat, tim akademisi juga menggelar pelatihan pengelolaan kualitas air dan pendampingan penggunaan aplikasi secara bertahap bagi anggota kelompok.

Ketua Tim PKM UBSI, Rusda Wajhillah, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan peningkatan produksi sekaligus penguatan manajemen usaha.

“Keberhasilan budidaya ikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas air, tetapi juga oleh kemampuan pembudidaya dalam mengelola usahanya secara baik. Karena itu kami menghadirkan solusi yang saling melengkapi, yaitu sistem aerasi untuk menjaga kualitas lingkungan budidaya dan aplikasi eQanku untuk membantu pengelolaan keuangan secara digital,” kata Rusda dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Ketua Pokdakan Teratai Fishfarm, Ahmad Rifai menyambut positif pendampingan dan dukungan teknologi yang diberikan oleh tim UBSI. Menurutnya, inovasi ini memberikan solusi nyata atas keterbatasan cara kerja tradisional yang selama ini mereka terapkan di lapangan.

“Selama ini kami masih mengandalkan cara-cara sederhana dalam mengelola kolam maupun keuangan usaha. Melalui program ini kami mendapatkan pengetahuan baru, peralatan pendukung, serta aplikasi yang memudahkan pencatatan keuangan,” ujar Rifai.

Sinergi antara perguruan tinggi dan pembudidaya lokal ini diharapkan menjadi model penerapan teknologi tepat guna yang mampu memperkuat ketahanan pangan sektor perikanan. Ke depan, inovasi sistem aerasi dan digitalisasi keuangan eQanku ditargetkan dapat direplikasi oleh kelompok pembudidaya ikan lainnya di Kabupaten Sukabumi maupun daerah lain.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |