Petugas melakukan digitalisasi kitab kuno di Pondok Pesantren Yayasan Zumrotut Tholibin, Andong, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (7/8/2026). Dinas Arsip dan Perpustakaan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali melakukan digitalisasi pengarsipan kitab manuskrip kuno atau naskah kuno dan buku kuno kisaran tahun 1930 hingga 1961 sehingga pengarsipan tersebut diharapkan dapat menjadi arsip digital dan dapat diakses oleh masyarakat luas sebagai penambahan ilmu dan bahan penelitian. (FOTO : ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Setiap lembar manuskrip dibersihkan dengan hati-hati untuk menjaga kondisi fisik naskah sebelum dipindai menjadi arsip digital. Arsip digital diharapkan memudahkan masyarakat, akademisi, dan peneliti mengakses sumber-sumber pengetahuan yang selama ini tersimpan di pesantren. (FOTO : ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Naskah yang didigitalisasi berasal dari kisaran tahun 1930 hingga 1961, menyimpan berbagai catatan keilmuan dan sejarah perkembangan pendidikan Islam di daerah tersebut. Digitalisasi dilakukan sebagai upaya pelestarian agar isi manuskrip tetap terjaga meski kondisi fisik naskah terus mengalami penurunan akibat usia. (FOTO : ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Ratusan lembar kitab dan manuskrip kuno yang selama puluhan tahun tersimpan di lingkungan pesantren mulai dialihkan ke bentuk digital. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelestarian naskah yang rentan rusak dimakan usia sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat dan peneliti terhadap warisan intelektual Islam.
sumber : Antara Foto

1 hour ago
4












































