Airlangga Ungkap Permintaan Dolar AS Naik Saat Musim Haji, Rupiah Tertekan

1 hour ago 3

Petugas imigrasi Arab Saudi memeriksa dokumen jamaah haji yang menggunakan layanan Fast Track Haji Makkah Route di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (30/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan dan sempat menyentuh level terlemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Selasa (5/5), rupiah bergerak di kisaran Rp 17.400 per dolar AS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pelemahan mata uang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami sejumlah negara lain terhadap dolar AS.

“Terkait rupiah, berbagai negara memang mengalami pelemahan terhadap dolar AS,” ujarnya dalam Taklimat Media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (5/5/2026) sore.

Ia menjelaskan, pada kuartal II permintaan dolar cenderung meningkat. Selain kebutuhan untuk ibadah haji, faktor lain yang turut mendorong adalah pembayaran dividen oleh perusahaan.

“Biasanya saat ibadah haji, demand terhadap dolar meningkat. Di kuartal kedua juga ada pembayaran dividen sehingga permintaan dolar tinggi,” kata Airlangga.

Untuk mengantisipasi tekanan tersebut, pemerintah bersama Bank Indonesia menyiapkan sejumlah langkah, antara lain memperkuat kerja sama swap mata uang dengan berbagai negara.

Kerja sama tersebut dilakukan dengan sejumlah mitra seperti China, Jepang, dan Korea Selatan guna menjaga stabilitas nilai tukar.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan strategi diversifikasi pembiayaan, termasuk penerbitan surat berharga dalam mata uang selain dolar AS.

“Ini untuk menjaga tekanan terhadap dolar AS,” ujarnya.

Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan global dan domestik guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi internasional.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |