Akselerasi Ekonomi dan Penguatan Gizi: Sinergi NU dari Pesantren hingga UMKM

6 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nahdlatul Ulama (NU) tengah memperkuat perannya sebagai pilar stabilitas sosial-ekonomi melalui dua jalur utama: pemberdayaan Industri Kecil Menengah (IKM) di tingkat daerah dan penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi berbasis pesantren di tingkat nasional. Langkah ini mencerminkan komitmen organisasi dalam mewujudkan kemandirian umat yang selaras dengan program strategis pemerintah.

Di tingkat daerah, Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Banten yang fokus mengembangkan potensi ekonomi warga Nahdliyin. Salah satu yang mencuri perhatian adalah kerajinan kriya batu fosil di Cikande yang memiliki nilai seni tinggi.

Bupati yang akrab disapa Zakiyah ini menegaskan bahwa pelaku usaha adalah fondasi krusial bagi daya beli masyarakat. Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua LPNU Banten, Bahroji, menyatakan bahwa pihaknya telah memetakan berbagai komoditas unggulan seperti kopi, emping, hingga air kemasan untuk diberikan pendampingan intensif. Sebagai langkah nyata memperluas pasar, PWNU Banten segera menyediakan showcase khusus di kantor mereka sebagai ruang pamer produk-produk lokal unggulan tersebut.

Sementara itu, secara nasional, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan lompatan besar dengan meresmikan 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) NU yang berpusat di Pondok Pesantren Darul Quran Bengkel, Nusa Tenggara Barat. Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menekankan bahwa program ini bertujuan memperbaiki kualitas gizi santri agar lahir generasi yang berdaya saing.

Dengan target membangun 1.000 titik SPPG di seluruh Indonesia, NU berkomitmen mengatasi masalah kesehatan seperti anemia di lingkungan pesantren melalui pola makan bergizi seimbang yang juga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.

Menariknya, program pemenuhan gizi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga menggerakkan ekonomi mikro di sekitar pesantren. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyoroti bahwa kehadiran dapur-dapur SPPG di pesantren menciptakan model pembangunan dari hilir ke hulu. Penyerapan bahan pangan dari petani, peternak, dan UMKM lokal secara langsung memberikan jaminan pasar yang stabil, sehingga pesantren bertransformasi menjadi basis baru kekuatan ekonomi rakyat.

Direktur Badan Gizi Nasional, Nurjaeni, turut memberikan apresiasi atas pencapaian ini. SPPG NU kini diproyeksikan sebagai Center of Excellence atau pusat perubahan perilaku gizi. Dengan 188 unit yang telah berdiri dan ratusan lainnya dalam tahap persiapan, model ini diharapkan menjadi rujukan nasional, bahkan bagi negara-negara ASEAN. Melalui integrasi antara pemberdayaan UMKM oleh LPNU dan program gizi PBNU, Nahdlatul Ulama membuktikan bahwa sinergi antara nilai keagamaan, kesehatan, dan kemandirian ekonomi dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan bangsa yang masif.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |