BPOM Kediri Temukan Takjil Mengandung Pewarna Sintetis Saat Uji Kelayakan

3 hours ago 1

Petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memperlihatkan tabung reaksi beserta kerupuk yang terindikasi mengandung pewarna sintetis saat uji kelayakan makanan dan minuman pada laboratorium keliling di pasar takjil musiman, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (23/2/2026). Uji terhadap 56 sampel makanan dan minuman guna mengantisipasi peredaran takjil tidak layak konsumsi tersebut menemukan kerupuk terindikasi mengandung Rhodamin-B atau pewarna sintetis yang dapat menimbulkan penyakit mematikan bila dikonsumsi pada kurun waktu tertentu. (FOTO : ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan uji kelayakan makanan dan minuman pada laboratorium keliling di pasar takjil musiman, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (23/2/2026). Uji terhadap 56 sampel makanan dan minuman guna mengantisipasi peredaran takjil tidak layak konsumsi tersebut menemukan kerupuk terindikasi mengandung Rhodamin-B atau pewarna sintetis yang dapat menimbulkan penyakit mematikan bila dikonsumsi pada kurun waktu tertentu. (FOTO : ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengamati tabung reaksi saat uji kelayakan makanan dan minuman pada laboratorium keliling di pasar takjil musiman, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (23/2/2026). Uji terhadap 56 sampel makanan dan minuman guna mengantisipasi peredaran takjil tidak layak konsumsi tersebut menemukan kerupuk terindikasi mengandung Rhodamin-B atau pewarna sintetis yang dapat menimbulkan penyakit mematikan bila dikonsumsi pada kurun waktu tertentu. (FOTO : ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memperlihatkan tabung reaksi beserta kerupuk yang terindikasi mengandung pewarna sintetis saat uji kelayakan makanan dan minuman pada laboratorium keliling di pasar takjil musiman, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (23/2/2026).

Uji terhadap 56 sampel makanan dan minuman guna mengantisipasi peredaran takjil tidak layak konsumsi tersebut menemukan kerupuk terindikasi mengandung Rhodamin-B atau pewarna sintetis yang dapat menimbulkan penyakit mematikan bila dikonsumsi pada kurun waktu tertentu.

sumber : Antara Foto

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |