Trump Longgarkan Aturan Emisi Beracun PLTU, Ancaman Baru untuk Lingkungan dan Kesehatan?

1 hour ago 1

Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Amerika Serikat (AS) mencabut peraturan Mercury and Air Toxics Standards (MATS) pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara. Langkah tersebut, menurut pemerintah Presiden AS Donald Trump, perlu dilakukan untuk mendorong dominasi energi AS. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LOUISVILLE -- Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Amerika Serikat (AS) mencabut peraturan Mercury and Air Toxics Standards (MATS) pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara. Langkah tersebut, menurut pemerintah Presiden AS Donald Trump, perlu dilakukan untuk mendorong dominasi energi AS.

"Langkah EPA hari ini membenarkan peraturan yang salah dari pemerintah sebelumnya dan mengembalikan industri PLTU batu bara pada standar MATS yang efektif, yang akan membantu membuka jalan menuju dominasi energi AS," kata Deputi EPA David Fotouhi, Sabtu (21/2/2026) lalu. Hal ini ia sampaikan saat berkunjung ke PLTU batu bara di Louisville, Kentucky.

Dilansir dari laman The Associated Press, emisi beracun dari PLTU batu bara dapat merusak perkembangan otak anak dan berkontribusi pada serangan jantung serta masalah kesehatan lainnya pada orang dewasa. Emisi dari PLTU batu bara juga menjadi salah satu penyumbang terbesar efek rumah kaca.

MATS ditetapkan pada 2012 pada masa pemerintahan mantan Presiden Barack Obama, kemudian diperkuat pada masa pemerintahan Joe Biden setelah sempat dilemahkan pada periode pertama Trump. Saat pertama kali diberlakukan, MATS berhasil memangkas emisi merkuri hingga 90 persen.

PLTU batu bara merupakan penghasil polutan merkuri terbesar dari aktivitas manusia. PLTU batu bara mengeluarkan emisi ke atmosfer yang kemudian turun melalui hujan, lalu masuk ke rantai makanan melalui ikan dan komoditas lain yang dikonsumsi manusia.

Kelompok-kelompok lingkungan mengatakan MATS menyelamatkan banyak nyawa dan meningkatkan kesehatan masyarakat di sekitar PLTU. Namun, industri PLTU batu bara menyatakan bersama dengan peraturan lainnya, standar ketat yang ditetapkan MATS membuat biaya operasional PLTU menjadi terlalu mahal.

Mereka menuduh pemerintahan Biden menambahkan begitu banyak persyaratan sehingga memicu potensi penutupan pabrik secara besar-besaran. “Selama ini, seluruh rantai pasokan batu bara telah menjadi sasaran peraturan lingkungan yang buruk dan memberatkan,” kata CEO America’s Power, kelompok industri batu bara AS, Michelle Bloodworth.

Bloodworth mengapresiasi pencabutan MATS yang menurutnya dapat mempertahankan pasokan listrik yang andal dan terjangkau serta memastikan pembangkit listrik berbasis batu bara dapat terus mendukung perekonomian negara dan jaringan listrik.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |