Bukan Cuma Kejar Viral, Ini Cara Bikin Konten Review yang Dipercaya Audiens

5 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjaga konsistensi di tengah ramainya media sosial dinilai bukan perkara mudah. Tantangan ini yang coba dijawab oleh kreator konten Riandi Lamusu. 

Dia pelan-pelan merajut jalannya sendiri lewat ulasan produk yang kini mulai akrab di lini masa audiens. Pemilik nama asli Ahlan Riandi Lamusu ini lahir di Langowan, 23 September 2001. Di luar aktivitasnya sebagai kreator konten, Riandi memiliki hobi membaca dan berlari. Menurutnya, dua kebiasaan tersebut membantu memperluas wawasan sekaligus menjaga semangat untuk terus menghasilkan ide-ide baru dalam membuat konten.

Riandi aktif membagikan aktivitasnya melalui akun Instagram @riandi.lamusu, TikTok @riandilamusu, serta Facebook dengan nama Riandi Lamusu. Hingga saat ini, akun TikTok miliknya telah memiliki sekitar 36 ribu pengikut yang terus mengikuti berbagai konten ulawan yang ia unggah.

Namun, perjalanan Riandi menuju titik tersebut tidak terjadi dalam semalam. Semua berawal pada 2020, ketika ia mulai mencoba membuat konten lip sync yang saat itu sedang menjadi tren di TikTok.

Meski sederhana, pengalaman tersebut menjadi ruang belajar pertama bagi Riandi untuk memahami dunia pembuat konten. Ia belajar mengenai teknik pengambilan video, membangun rasa percaya diri di kamera depan, mengikuti tren, hingga memahami karakter audiens media sosial.

“Awalnya saya hanya ingin ikut mencoba tren yang sedang ramai. Lama-kelamaan saya mulai memahami bahwa membuat konten ternyata membutuhkan kreativitas, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar,” ujar Riandi dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Jumat (10/7/2026).

Perjalanan itu kemudian berkembang ketika Riandi mulai terjun ke dunia agensi key opinion leader (KOL). Pengalaman tersebut membuka sudut pandangnya mengenai strategi pemasaran digital serta kebutuhan brand dalam bekerja sama dengan seorang kreator.

Memasuki tahun 2024, Riandi mulai mengubah arah kontennya dengan lebih banyak mempromosikan agensi KOL yang ia jalankan. Berbagai konten edukatif dan promosi dibuat untuk memperkenalkan layanan agengsi kepada calon klien maupun kreator yang ingin berkembang di media sosial.

Menurutnya, fase tersebut menjadi sekolah terbaik untuk memahami bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan audiens sekaligus menjaga kepercayaan merek. “Saya belajar bahwa konten bukan sekadar mengejar viral. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa memberikan manfaat dan membangun kepercayaan orang yang menonton,” katanya.

Transformasi berikutnya terjadi pada 2025. Setelah melewati berbagai pengalaman, Riandi memutuskan fokus membangun konten ulasak produk. Keputusan tersebut diambil karena ia melihat kebutuhan masyarakat terhadap ulasan produk yang jujur ​​dan mudah dipahami semakin tinggi.

Sejak saat itu, hampir seluruh energinya dicurahkan untuk menghasilkan konten ulasan yang informatif, komunikatif, dan mampu membantu audiens sebelum memutuskan membeli suatu produk. Baginya, rahasia utama agar konten ulasan dapat berkembang bukanlah semata-mata mengejar jumlah penonton, melainkan menjaga kualitas dan kejujuran dalam setiap ulasan.

“Kalau ingin dipercaya audiens, buatlah review yang jujur. Jangan hanya memikirkan banyak kontennya, tapi pikirkan juga apakah informasi yang kami berikan benar-benar bermanfaat,” kata Riandi.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |