REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Doja Cat melontarkan kritik terhadap Tyga setelah rapper tersebut mengaku menggunakan kecerdasan buatan (Al) dalam album terbarunya, $tarface. Doja bahkan menyebut mantan rekan kolaborasinya itu sebagai "p*nis" karena membuat album dengan bantuan Al.
Komentar tersebut disampaikan Doja saat melakukan siaran langsung pada Rabu (12/8/2026). la mengatakan sebenarnya tidak ada yang menanyakan Tyga kepadanya, tetapi ia tetap ingin menyampaikan pendapatnya.
"Tidak ada yang bertanya kepada saya tentang Tyga, tetapi saya merasa ingin mengatakan ini. Tyga tidak pantas karena membuat album dengan Al," kata Doja Cat dilansir laman Billboard, Ahad (16/8/2026).
Kritik tersebut muncul setelah Tyga mengakui penggunaan Al dalam proses pengerjaan $tarface, album bernuansa disco-pop yang sekaligus menjadi perubahan arah kreatif bagi rapper asal West Coast tersebut.
Dalam wawancara dengan VIBE pada awal Agustus, Tyga mengatakan Al digunakan sebagai alat dalam pembuatan sejumlah elemen musik di album tersebut, termasuk synth bergaya 1980-an dan sebuah solo gitar. "Ini seharusya memberikan kalian sebuah pengalaman dan perasaan. Tapi kami memang menggunakan Al sebagai alat," kata Tyga.
la menyadari pengakuan tersebut berpotensi membuat banyak orang marah. Namun, Tyga menilai penggunaan Al merupakan bagian dari perkembangan teknologi musik.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak berbeda dengan ketika Auto-Tune mulai populer di dunia hip-hop. Saat itu, sebagian orang juga menentang teknologi tersebut, tetapi para musisi kemudian menggunakannya sebagai bagian dari proses kreatif.
"Ini adalah arah yang dituju teknologi. Ini tidak berbeda dengan ketika Auto-Tune muncul. Sebagian orang menentangnya, tetapi seniman sejati mengambilnya dan menggunakannya," kata dia.
Tyga juga menegaskan bahwa penggunaan Al tidak mencakup penulisan maupun vokal utama dalam album tersebut. "Kalau soal penulisan, semua vokalnya adalah saya. Tidak ada yang salah dengan menggunakan teknologi sebagai alat," kata dia.
Sementara itu, $tarface memperlihatkan perubahan musikal Tyga. Album tersebut mengusung nuansa yang terinspirasi musik era 1980-an dan memperkenalkan alter ego baru yang digunakan oleh rapper tersebut.
Doja Cat dan Tyga sendiri sebelumnya telah beberapa kali berkolaborasi. Tyga tampil dalam remix lagu "Juicy" milik Doja pada 2019. Lagu tersebut menjadi lagu pertama Doja Cat yang masuk tangga Billboard Hot 100 dan mencapai posisi ke-41. Keduanya kembali bekerja sama lewat "Freaky Deaky" pada 2022. Lagu tersebut kemudian mencapai posisi ke-43 di Billboard Hot 100.
Bukan hanya Doja Cat, musisi lain seperti gitaris Queen Brian May juga telah lama mengkritisi Al di industri musik. Dalam wawancara dengan Guitar Player pada September 2023, May memperingatkan bahwa perkembangan Al dapat mengubah industri musik secara drastis.
la memperkirakan lanskap musik akan berubah secara drastis hanya dalam waktu singkat. Menurutnya, manusia nantinya akan kesulitan membedakan karya yang dibuat oleh manusia dan karya yang dihasilkan Al.
"Saya pikir pada waktu ini tahun depan, lanskapnya akan benar-benar berbeda. Kita tidak akan tahu mana yang benar dan mana yang salah. Kita tidak akan tahu apa yang dibuat oleh Al dan apa yang dibuat oleh manusia," jelas May.
Bahkan, ia memperkirakan tahun 2023 kemungkinan akan dikenang sebagai tahun terakhir ketika manusia benar-benar mendominasi dunia musik. "Saya pikir kita mungkin akan melihat kembali tahun 2023 sebagai tahun terakhir ketika manusia benar-benar mendominasi dunia musik," kata May.

5 hours ago
4













































