Dokter Ingatkan Setelah Operasi Pasang Ring, Pasien Jantung Harus Jaga Pola Makan

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Dokter spesialis dari National Hospital Surabaya mengingatkan bagi masyarakat penderita sakit jantung untuk benar-benar menjaga pola makan, sehingga sakit yang diderita bisa terkontrol dengan baik usai operasi. Dokter Spesialis Bedah Kardiotoraks dan Pembedahan Vaskular dari National Hospital Surabaya Edwin Yosef Widjaja menjelaskan orang yang mempunyai riwayat sakit jantung mempunyai kesempatan untuk tetap sehat.

"Pasien pascaoperasi jantung atau pascapasang ring tetap harus jaga pola makan, aktivitas fisik juga harus dijaga. Karena kalau dia tidak jaga pola makannya, yang tinggi lemak misalnya, kalau punya kencing manis gula darahnya tidak dijaga, ya otomatis pembuluh darah baru yang dibuat akan rusak juga, akan tersumbat juga," katanya di Kediri, Rabu (6/6/202.

Dalam edukasi kesehatan bertajuk "Ngobrol Santai: Jalan Baru Untuk Jantung Yang Lebih Sehat",  ia mengatakan salah satu upaya menjaga kesehatan bagi penderita sakit jantung adalah dengan operasi bypass koroner yaitu operasi penyambungan koroner dengan pembuluh darah baru.

Hal Itu dilakukan untuk pasien yang diindikasikan dengan penyakit jantung koroner dengan beberapa kondisi khusus, seperti sumbatan di pembuluh darah koroner cukup banyak. Selain itu operasi ini juga dilakukan dengan kondisi yang tidak memungkinkan ditangani dengan pemasangan ring (stent).

Langkah tersebut, lanjutnya, memungkinkan pasien untuk kembali melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman, serta memperpanjang harapan hidup serta mengurangi risiko serangan jantung di masa depan. “Jadi, efektivitasnya itu kalau kami bilang adalah potensi jangka panjangnya. Untuk pasien dengan pascaoperasi bypass itu efektivitasnya dilihat dari ketahanan pembuluh darah baru, yang bisa bertahan 10 hingga 15 tahun, bahkan pada beberapa kondisi bisa sampai 20 tahun," kata dia.

Ia tetap mengingatkan untuk perawatan atau pemulihan bagi pasien yang telah melakukan operasi. Selain menjaga pola makan, pasien juga bisa melakukan olahraga ringan seperti jalan cepat. Pasien bisa melakukan kurang lebih 30 menit per hari, dengan kurang lebih minimal satu pekan lima hari.

"Jadi bisa dicicil, boleh 15 menit pagi, 15 menit sore begitu, atau pagi langsung 30 menit boleh. Itu sih yang paling bisa kami rekomendasikan. Kalau aktivitas fisik misalnya yang terlalu berat seperti nge-gym itu juga tidak terlalu bermanfaat ya," ujar dia.

Ia juga menambahkan menjaga kesehatan juga bisa dilakukan sejak usia muda. Sebab, penyakit jantung bisa menyerang kapan saja. 

Dia berkata, plak di pembuluh darah bisa saja terjadi usia 20 tahun, 30 tahun, dan tidak harus menunggu usia 40 tahun. Plak koroner lebih banyak disebabkan oleh lemak. Terkait dengan pasien penyakit jantung koroner yang mempunyai riwayat sakit kencing manis atau hipertensi, Edwin mengatakan harus rutin untuk kontrol ke rumah sakit.

Ia menganjurkan untuk melakukan cek kesehatan tubuh saat usia sudah memasuki 40 tahun atau 50 tahun dengan minimal satu tahun sekali. Hal itu dilakukan baik cek darah maupun untuk skrining penyakit jantung.

Pihaknya juga rutin memberikan edukasi tentang kesehatan dengan layanan Chevalmed; Center for heart, vascular and lung surgery yang dilakukan rumah sakit. Kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan literasi tentang kesehatan.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |