Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah berbalik menguat pada Rabu (6/5/2026), meninggalkan posisi Rp 17.400-an per dolar AS. Pengamat menilai, penguatan rupiah dipengaruhi oleh angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif pada kuartal I 2026, dan komitmen pemerintah untuk terus menggulirkan stimulus ekonomi.
Mengutip Bloomberg, rupiah menguat 36,50 poin atau 0,21 persen menuju level Rp 17.387 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (6/5/2026). Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp 17.424 per dolar AS.
“(Sentimen internal) Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan perekonomian Indonesia mulai menunjukkan percepatan pertumbuhan setelah mencatat kinerja positif pada kuartal I 2026. Capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen menjadi indikasi bahwa tren ekonomi nasional mulai bergerak ke arah yang lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).
Namun, percepatan tersebut dinilai belum sepenuhnya dipahami oleh pelaku pasar, yang justru masih menunjukkan kekhawatiran dan cenderung menarik dana dari pasar modal. Oleh karena itu, pemerintah menyatakan akan menjaga momentum pertumbuhan pada kuartal berikutnya melalui berbagai kebijakan lanjutan. Seperti koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) terus diperkuat, khususnya dalam menjaga likuiditas sistem keuangan.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan paket stimulus tambahan untuk mendorong aktivitas ekonomi dalam waktu dekat. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap akselerasi pertumbuhan ekonomi dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi aktivitas usaha serta kepercayaan pasar ke depan.
“Namun banyak ekonom yang mempertanyakan hasil perhitungan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 sebesar 5,61 persen. Salah satunya data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dikeluarkan Bank Indonesia pada Maret 2026 sebesar 122,9 basis poin atau turun dibandingkan Januari 2026 sebesar 127,0 basis poin,” lanjutnya.

1 hour ago
1
















































