Dukung Riset Kandidat Obat, Unisa Yogyakarta Hadirkan Laboratorium Animal House

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menghadirkan Laboratorium Animal House sebagai fasilitas terbaru di bawah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Terpadu. Laboratorium tersebut digunakan untuk mendukung penelitian yang melibatkan hewan uji, termasuk pengembangan kandidat obat dari bahan alam maupun zat lainnya.

Koordinator Laboratorium Riset dan Unggulan Unisa, Wiwit Probowati, mengatakan fasilitas itu dibangun untuk mewadahi berbagai penelitian yang membutuhkan hewan percobaan, seperti mencit, tikus, dan kelinci.

"Apabila kita ingin mengetahui efektivitas ataupun respons suatu zat terhadap tubuh, maka penelitian dapat dilakukan menggunakan hewan uji," ujar Wiwit, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, Laboratorium Animal House menjadi pelengkap fasilitas riset yang sudah ada sebelumnya, seperti laboratorium kesehatan, biomedis, dan bioteknologi yang berada dalam satu gedung terpadu.

Melalui penelitian menggunakan hewan uji, para peneliti dapat mengamati pengaruh suatu zat sebelum melanjutkannya ke tahap berikutnya, seperti pengujian Elisa maupun analisis gen dan DNA.

Salah satu penelitian yang tengah dilakukan berkaitan dengan efek madu terhadap beberapa organ pada hewan percobaan. Hasil penelitian tersebut nantinya dapat menghasilkan publikasi ilmiah sekaligus memberikan informasi mengenai efektivitas dan dosis konsumsi.

Selain menyediakan peralatan laboratorium, UPT Laboratorium Terpadu Unisa juga didukung tenaga laboratorium yang kompeten. Fasilitas tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh sivitas akademika Unisa, tetapi juga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lain.

"Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh akademisi, baik dari dalam maupun luar Unisa, untuk mengembangkan penelitian," ujar Wiwit.

Meski demikian, Unisa belum melakukan pengembangbiakan hewan uji karena terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, seperti ketersediaan ruangan khusus dan sertifikasi bebas virus maupun penyakit.

Dalam pengembangan riset, Unisa juga telah menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas untuk luarannya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |