Solidaritas untuk Palestina, DT Peduli Salurkan Bantuan Senilai Rp181 Miliar

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Daarut Tauhid (DT) Peduli menggelar Public Expose di DT Hajj, Kamis (6/8/2026). Sejak 2023, DT Peduli, telah menerima dana titipan sebesar Rp 179 miliar. Namun, dana yang tersalurkan melebihi pendatan yakni mencapai Rp 181 miliar.

"Kami menggelar Public Expose, karena ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada publik, kepada masyarakat yang sudah memberikan kepercayaan, memberikan titipan donasi amanah bantuan. Baik untuk masyarakat muslim di Indonesia maupun di seluruh dunia, khususnya di Gaza, Palestina. Alhamdulillah selama tahun 2023 kemarin, amanah yang dititipkan senilai Rp 179 miliar dan tersalurkan Rp 181 miliar," ujar Executive Director Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZ) DT Peduli, Jajang Nurjaman.

Jajang mengatakan, pihaknya sangat bersyukur penyaluran dana titipan bisa surplus karena ada saldo tahun sebelumnya. Khususnya, saldo untuk kemanusiaan baik di Indonesia, di Sumatra maupun bantuan untuk ke Palestina.

"​Alhamdulillah khusus Palestina ya, kami sampaikan sejak tahun 2023 ketika 7 Oktober perang awal sampai sekarang sudah terhimpun dana titipan donasi dari masyarakat Indonesia itu sebesar Rp 118 miliar. Dan sudah tersalurkan Rp 117 miliar," katanya.

Jajang menjelaskan, sisa dana untuk Palestina Rp 1 miliar yang belum disalurkan, sudah direncanakan akan digunakan untuk program-program misi DT di Gaza. Di antaranya pabrik air, klinik di Yordania, sekolah di Suriah, dan di Mesir serta Lebanon juga ada program.

"​Jadi mudah-mudahan setiap titipan rupiah donasi masyarakat yang dititipkan ke Daarut Tauhid diterima menjadi amal saleh. Mudah-mudahan diberikan balasan yang lebih baik, dan Insya Allah DT Peduli terus komitmen akan menyertai, akan membantu. Semoga kebaikan-kebaikan masyarakat Indonesia ini bisa terus berkelanjutan ya, bisa istiqamah, makin banyak orang-orang yang terbantu," kata dia.

Terkait rencana bantuan ke Gaza tahun ini, Jajang mengatakan, DT Peduli sudah menyusun roadmap selama 20 tahun ke depan. Rencananya, DT Peduli tidak hanya akan memberikan bantuan, tapi juga menyiapkan generasi yang akan memakmurkan Masjidil Aqso.

"Tentu kita bayangannya (Gaza-red) sudah merdeka. Masjidil Aqso bisa makmur seperti Masjidil Haram di Makkah, Masjid Nabawi di Madinah gitu. Tapi ingin juga cita-cita seperti itu," katanya.

DT Peduli sudah menyiapkan program-program yang lebih jangka panjang. Contohnya adalah program Tahfiz Qur'an. DT Peduli, membuka Tahfiz Qur'an di Gaza. Saat ini, sudah berjalan 200 anak yatim yang santri Tahfiz Qur'an.

"Nanti di Tepi Barat juga ada, terus kemudian juga ada di Yordania, di Suriah, Lebanon, dan Mesir kita buka program tahfiz. Kemudian kita program kesehatan. Lalu yang baru, kami membuka dapur MBG di Gaza, dapur Indonesia," katanya.

Jajang menilai, dapur Indonesia di Palestina sangat dibutuhkan karena bahan pangan sangat langka dan susah sekali untuk didapat. Dengan adanya dapur ini, DT Peduli akan memasak berbagai makanan hangat langsung diberikan ke warga yang ada di pengungsian di Palestina.

​Saat menyalurkan bantuan ke Palestina, kata dia, DT Peduli memiliki tim sendiri yang bisa langsung membelanjakan berbagai kebutuhan warga Palestina. Selain itu, DT Peduli juga bermitra dengan lembaga-lembaga NGO-NGO resmi internasional. "Nah, jadi DT Peduli menyalurkan ada yang langsung, ada yang berkolaborasi dengan mitra-mitra lokal di sana," katanya.

Untuk tahun ini, menurut Jajang, DT Peduli menargetkan penghimpunan dana Rp 200 miliar. Saat ini, baru tercapai setengahnya yakni Rp 106 miliar. Jajang berharap, tahun ini DT Peduli bisa melampaui target dan makin banyak memberikan manfaat buat masyarakat, baik di Indonesia maupun di dunia khususnya Gaza.

Khusus untuk di Indonesia, kata dia, DT Peduli memiliki banyak program. Yakni, untuk pendidikan ada program beasiswa. Baik beasiswa yang formal maupun yang khusus tahfiz. Selain itu, DT Peduli memiliki bangunan rumah-rumah tahfiz di setiap kota yang ada cabangnya.

"Kami juga memiliki program pemberdayaan ekonomi. Ya kita punya program berbasis desa, Desa Bermartabat atau Desa Sejahtera. Jadi satu kawasan kita lengkap semua program ada, sehingga kawasan itu menjadi kawasan yang terintegrasi," katanya.

Sementara menurut Pendakwah Koh Denis, ia dahulu pernah bekerja di lingkungan Casino sebagai tempat perjudian terbesar. Namun, ia kemudian mendapatkan hidayah setelah mendengarkan dakwah dari Aa Gym. Ia pun, masuk menjadi kader dakwah di DT .

"Saya menjadi kader dakwah dibiayai DT Peduli, dana dari umat yang digunakan untuk kebaikan umat," katanya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |