REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu destinasi unggulan berbasis alam, budaya, dan agrowisata. Kekayaan adat, bentang alam pegunungan, serta komoditas kopi dinilai dapat menjadi daya tarik yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati mengatakan potensi wisata di Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya, sangat lengkap karena memadukan keindahan alam, warisan budaya, dan hasil pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Penilaian tersebut disampaikan Wamenpar saat melakukan kunjungan kerja perdana ke Wamena. Dalam kunjungan itu, ia bersama Menteri Koperasi, Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya mengunjungi Kampung Wisata Kumukima serta melihat situs Mumi di Kampung Wisata Aikima yang menjadi salah satu ikon budaya masyarakat Lembah Baliem.
"Kami tadi bersama dengan Pak Menteri Koperasi, bupati dan wakil bupati Jayawijaya mengunjungi desa wisata Kumukima dan melihat mumi di desa wisata Aikima. Kami sangat senang sekali dengan kunjungan perdana ini di Wamena," kata Ni Luh di Wamena, Jumat.
Menurut dia, penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 pada 2026 menghadirkan konsep yang semakin lengkap. Selain mempertahankan atraksi budaya sebagai identitas utama, festival tersebut juga diperkaya dengan penyelenggaraan Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion.
Ia menilai kolaborasi antara budaya, ekonomi kreatif, dan produk unggulan daerah menjadi langkah strategis untuk memperluas pengalaman wisata sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Jayawijaya.
"Kami sangat senang sekali bisa hadir di sini dan menyaksikan persiapan dan penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 tahun 2026 dengan adanya atraksi budaya, Wamena Coffee Festival, dan Noken Street Fashion," ujarnya.
Menurut Ni Luh, kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Papua Pegunungan merupakan aset yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Karena itu, pengembangan pariwisata harus tetap bertumpu pada pelestarian adat dan budaya sebagai identitas utama destinasi.
Selain budaya, potensi agrowisata juga dinilai sangat menjanjikan. Kopi Wamena yang telah dikenal luas maupun komoditas hortikultura seperti nanas dapat dikembangkan menjadi bagian dari paket wisata berbasis pengalaman sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat setempat.
sumber : Antara

2 hours ago
4














































