REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Mantan dokter tim Chelsea, Eva Carneiro, melontarkan kritik balik kepada Jose Mourinho dan John Terry setelah keduanya kembali membahas kontroversi yang berujung pada kepergiannya dari klub tersebut pada 2015.
Peristiwa itu kembali menjadi sorotan setelah Mourinho dan Terry membahasnya dalam dokumenter Netflix terbaru berjudul Mourinho. Dalam tayangan tersebut, Mourinho tetap pada pendiriannya bahwa Carneiro dan kepala fisioterapis Jon Fearn melakukan kesalahan ketika masuk ke lapangan untuk merawat Eden Hazard dalam pertandingan Chelsea melawan Swansea City pada Agustus 2015.
Carneiro kemudian menanggapi dokumenter tersebut melalui akun X. Ia mempertanyakan keputusan untuk kembali mengangkat insiden yang telah berlalu selama 11 tahun.
"Setelah 11 tahun berlalu, kita justru kembali mengenang kejadian terburuk itu. Semoga mereka meraup untung dari hal ini," tulisnya, dikutip dari ESPN, Jumat (14/8/2026).
Dokter asal Gibraltar itu juga menyoroti komentar Terry yang ketika itu menjabat sebagai kapten Chelsea. Terry mendukung versi Mourinho dan mengatakan terdapat kesepahaman antara pemain dan staf medis bahwa mereka tidak akan masuk lapangan kecuali kondisi pemain dianggap sangat serius.
"Kami terikat oleh kode etik medis-legal," tulis Carneiro. "Sungguh, ada baiknya John Terry mempelajari aturan mainnya. Sudah cukup lama, kawan."
Carneiro kemudian membagikan pernyataan British Association of Sport and Exercise Medicine yang menyebut tenaga medis memiliki kewajiban untuk mendatangi dan memeriksa pemain ketika diminta oleh wasit. Ia menegaskan keputusan dirinya masuk lapangan saat itu bukan tindakan yang bisa ditawar.
Menurut Carneiro, wasit Michael Oliver telah dua kali meminta dirinya dan Fearn masuk lapangan. Hazard juga disebut dua kali meminta bantuan medis. "Pada saat itu, sebagai tenaga medis profesional, saya tidak punya pilihan lain selain bertindak," tulis Carneiro.
Insiden tersebut terjadi pada penghujung pertandingan pembuka Chelsea di Liga Primer Inggris musim 2015/2016. Saat itu, kiper Thibaut Courtois telah lebih dulu mendapat kartu merah. Ketika Carneiro dan Fearn masuk untuk memeriksa Hazard, Chelsea harus bermain dengan sembilan pemain untuk sementara waktu karena sang gelandang juga meninggalkan lapangan.
Mourinho kemudian mengecam tindakan tim medis tersebut. Ia menyebut Carneiro dan Fearn "impulsif dan naif" serta menilai keduanya tidak memahami permainan. Dalam dokumenter Netflix, Mourinho kembali mengatakan dirinya yakin Hazard tidak mengalami cedera serius ketika tim medis masuk ke lapangan.
Terry pun kembali membela pandangan Mourinho. Menurut dia, terdapat pemahaman bahwa staf medis hanya akan masuk ke lapangan apabila kondisi pemain benar-benar parah. "Itulah pemahaman kami sebagai pemain maupun staf medis. Semua pihak sepakat dengan hal tersebut," ujar Terry.
Setelah pertandingan melawan Swansea, Carneiro dan Fearn dicopot dari tugas mereka di tim utama. Carneiro meninggalkan Chelsea pada September 2015 dan kemudian menempuh jalur hukum terhadap klub dengan tuduhan constructive dismissal, yakni kondisi di mana pegawai terpaksa mengundurkan diri karena diperlakukan sangat buruk. Carneiro juga mengajukan gugatan terpisah terhadap Mourinho.
Chelsea dan Carneiro akhirnya mencapai kesepakatan damai pada Juni 2016. Klub juga menyampaikan permintaan maaf kepadanya, sedangkan Mourinho tidak pernah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Pada September 2015, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menyatakan Mourinho tidak bersalah atas tuduhan melontarkan komentar diskriminatif terhadap Carneiro. Beberapa bulan kemudian, Mourinho dipecat Chelsea setelah awal musim yang buruk dalam upaya mempertahankan gelar Liga Primer Inggris.

8 hours ago
12














































