Membumikan Prinsip ESG di Gemerlap Panggung Puteri Indonesia 2026

5 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panggung Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Selasa (14/4/2026) malam berubah menjadi arena adu gagasan yang intens. Cahaya lampu sorot tidak hanya menerangi kecantikan fisik 45 finalis Puteri Indonesia 2026, tetapi juga menyoroti ketajaman pemikiran mereka dalam menjawab tantangan zaman.

Di sanalah, kolaborasi antara Yayasan Puteri Indonesia (YPI) dan PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) melahirkan sebuah babak baru bertajuk "Women Empowerment Journey, Crown of Impact x the 5th Motion Challenge (Mocha)". Bagi masyarakat awam, ajang kecantikan mungkin identik dengan parade busana. Namun, tahun ini paradigmanya agak bergeser.

Melalui prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), para finalis ditantang untuk membuktikan bahwa advokasi mereka bukan sekadar kegiatan amal atau charity yang selesai dalam semalam. Mereka diminta membangun sebuah model bisnis sosial yang berkelanjutan, yang mampu menggerakkan roda ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Finalis Puteri Indonesia perwakilan dari Kalimantan Timur, Cheryl Lidia Regar, menyabet penghargaan Best Advokasi berkat inisiatif bernama CIRO WASTE. Lewat platform digital CIROES, Cheryl menawarkan solusi ekonomi sirkular yaitu mengelola limbah secara efisien namun tetap menghasilkan nilai ekonomi yang nyata.

Inovasi ini dianggap sangat implementatif dan memiliki daya dorong besar untuk kemandirian ekonomi daerah. Sebagai pemenang, Cheryl tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga investasi dan pendampingan langsung dari Netzme untuk memastikan gerakannya terus tumbuh.

Menurut Direktur PT Mustika Ratu Tbk sekaligus Ketua Pemilihan Puteri Indonesia, Kusuma Anjani, kemampuan merancang program jangka panjang adalah syarat mutlak bagi seorang Puteri saat ini. “Melalui acara Crown of Impact x The 5th Mocha, para finalis tidak hanya diuji dari sisi ide, tetapi juga dari sisi kemampuan untuk merancang program advokasi yang memiliki sustainability serta relevansi jangka panjang. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ecosystem of impact, di mana advokasi tidak berhenti pada kompetisi, tetapi terus berkembang menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan,” ujar Kusuma dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Kamis (16/4/2026).

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |