REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) untuk aktif mengidentifikasi dan mengembangkan potensi kerajinan lokal di wilayah masing-masing. Langkah ini dinilai krusial untuk melestarikan budaya sekaligus mendongkrak perekonomian daerah melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pernyataan tersebut disampaikan Tito dalam Penutupan Rangkaian Acara 46 Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) bertajuk "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia" di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu. Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan kerajinan tradisional yang luar biasa, namun banyak yang belum tergali secara optimal.
Menurut Tito, salah satu contoh kekayaan itu adalah kain tenun yang memiliki nilai seni tinggi. "Artinya, Indonesia, kita banyak sekali potensi yang luar biasa, tapi belum tergali," kata Tito dalam keterangannya. Produk seperti tenun disebut banyak diburu oleh kolektor mancanegara karena keunikan dan kelangkaannya.
Potensi Besar yang Belum Termanfaatkan
Mendagri menilai masih banyak potensi serupa yang belum dimanfaatkan untuk menghasilkan produk kerajinan bernilai tinggi. Ia mencontohkan pengalamannya memanfaatkan limbah cangkang mutiara di Raja Ampat yang berhasil diolah menjadi berbagai produk kerajinan. Menurutnya, potensi bahan baku unik seperti itu tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Tito menegaskan, Indonesia memiliki modal penting untuk menjadi pemain utama dalam industri kerajinan di tingkat dunia. Modal tersebut meliputi kekayaan budaya, keberagaman suku, serta sumber daya alam yang melimpah. Hal ini seharusnya mampu meningkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia di pasar global.
Pasar Dunia Rp500 Triliun
Di hadapan para peserta, Mendagri mengungkapkan bahwa pasar kerajinan dunia masih terbuka sangat luas dengan nilai mencapai sekitar Rp500 triliun per tahun. Namun, fakta yang memprihatinkan adalah Indonesia hingga kini belum masuk dalam jajaran 10 besar produsen kerajinan dunia.
Padahal, dibandingkan negara lain, Indonesia memiliki keunggulan yang sulit ditandingi, yakni produk kerajinan yang paling beragam di dunia. "Keunggulan Indonesia adalah Indonesia the most diverse handicraft in the world. Jadi, yang paling beragam di dunia, itu adalah Indonesia," ujar Tito. Keberagaman ini dipengaruhi oleh perbedaan budaya, lingkungan, dan ketersediaan bahan baku di setiap daerah.
Di akhir acara, Mendagri menyampaikan apresiasi kepada panitia, Pemerintah Provinsi Sulsel, Pemerintah Kota Makassar, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan HUT ke-46 Dekranas. Selain menjadi momentum silaturahmi jajaran Dekranas dan Dekranasda, kegiatan tersebut dinilai telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Dekranasda Sulsel Naomi Octarina, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, dan Ketua Harian Dekranasda Makassar Melinda Aksa.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
6















































