Menko Muhaimin: Koperasi Pilar Strategis Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Desa

1 hour ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa koperasi memiliki peran yang sangat strategis dalam agenda pemberdayaan masyarakat nasional. Pernyataan ini disampaikannya dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang digelar di Jakarta, Minggu.

Dalam sambutannya, Muhaimin menjelaskan bahwa koperasi bukan sekadar wadah usaha bersama. Lebih dari itu, koperasi merupakan instrumen vital untuk membuka akses pembiayaan, memperkuat usaha masyarakat, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta memperluas kesempatan ekonomi hingga ke tingkat desa.

Acara yang mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali relevansi koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan. "Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, penguatan koperasi diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang semakin mandiri, produktif, dan sejahtera," kata Muhaimin.

Kemenko Pemberdayaan Masyarakat berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini bertujuan agar pengembangan koperasi berjalan seiring dengan program pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, dan pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

Arahan Presiden Prabowo: Koperasi Wujud Ekonomi Kerakyatan

Presiden RI Prabowo Subianto yang turut hadir memberikan arahan dalam acara tersebut menegaskan bahwa koperasi adalah wujud nyata ekonomi kerakyatan yang dicita-citakan para pendiri bangsa. Pembangunan ekonomi Indonesia, menurutnya, harus kembali berpijak pada semangat kekeluargaan dan gotong royong sesuai amanat Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945.

"Saudara-saudara, koperasi adalah alatnya orang lemah. Alatnya orang miskin, tapi seperti sapu lidi, satu lidi maka lemah. Tapi bergabung, itu kekuatan. Saudara-saudara sekalian, jangan khawatir, gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia," ujar Prabowo dengan penuh semangat.

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa penguatan koperasi tidak berarti memperlemah pelaku ekonomi lainnya. Pemerintah justru ingin membangun ekosistem ekonomi nasional yang saling menguatkan antara koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), swasta, BUMN, dan BUMD.

Strategi Ekonomi dari Desa melalui Koperasi Desa Merah Putih

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia harus dimulai dari desa agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata. "Ekonomi kita akan bangkit dari desa, kecamatan, kabupaten, dan uangnya akan tinggal di desa, kecamatan, kabupaten. Kita akan balikkan. Kalau selama ini kekayaan rakyat Indonesia disedot, kita kembalikan sekarang, ekonomi akan turun ke rakyat," tegas Prabowo.

Sebagai bagian dari strategi besar tersebut, pemerintah tengah membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia. KDKMP diproyeksikan menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat yang terintegrasi, mulai dari layanan simpan pinjam, toko kebutuhan pokok, distribusi barang subsidi, apotek desa, pergudangan, hingga fasilitas penyimpanan hasil pertanian.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |