Pemandangan masjid yang diterangi cahaya menjelang Idul Fitri, Maulid Nabi Muhammad, di Karachi, Pakistan, 17 Oktober 2021.
REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Departemen Meteorologi Pakistan memproyeksikan hilal Syawal kemungkinan besar tidak akan terlihat pada 19 Maret mendatang. Jika kondisi ini terjadi, Hari Raya Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026 setelah Ramadhan berlangsung selama 30 hari penuh.
"Para pejabat di Departemen Meteorologi Pakistan mengatakan ada kemungkinan besar bulan akan terlihat pada 20 Maret," demikian dikutip dari Pakistan Today, Rabu (25/2/2026).
Apabila pengamatan tersebut dikonfirmasi, Idul Fitri kemungkinan dirayakan secara nasional pada Sabtu, 21 Maret, menunggu keputusan resmi dari Komite Ruet-e-Hilal sebagai otoritas penetapan awal bulan Hijriyah di Pakistan.
Perkiraan ini juga sejalan dengan proyeksi sebelumnya mengenai awal Ramadhan yang terbukti akurat. Sebelum Ramadhan dimulai, pihak meteorologi telah memprediksi kemungkinan terlihatnya hilal di sejumlah wilayah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, termasuk Peshawar. Saat itu, wilayah dataran rendah diperkirakan cerah, sementara daerah pegunungan mengalami cuaca sebagian berawan.
Hilal Ramadhan akhirnya berhasil diamati pada 29 Syaban atau bertepatan dengan 18 Februari, sehingga puasa pertama dimulai pada 19 Februari 2026 setelah pengumuman resmi Komite Ruet-e-Hilal.
Dalam kalender Hijriyah, jumlah hari dalam satu bulan berkisar antara 29 hingga 30 hari, tergantung pada penampakan hilal. Ramadhan sebagai bulan kesembilan dalam kalender Islam juga lebih pendek sekitar 10 hingga 11 hari dibandingkan kalender Masehi sehingga tanggalnya terus bergeser setiap tahun.

6 hours ago
3















































