REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Program Studi Ilmu Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (FISIP UMJ) resmi meraih Akreditasi Unggul berdasarkan Keputusan Dewan Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) Nomor 263/AK.03.05/2026 yang diterbitkan 10 Agustus 2026. Status akreditasi ini berlaku mulai 17 April 2026 hingga 17 April 2031. Predikat Akreditasi Unggul tersebut merupakan kali kedua yang diraih Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP UMJ.
Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP UMJ, Dr. Mawar, S.IP., M.AP menyampaikan rasa syukurnya atas perolehan akreditasi ini. Menurutnya Akreditasi ini merupakan capaian bersama didasarkan atas kerjasama, dukungan dan kolaborasi antar semua civitas academica UMJ khususnya FISIP UMJ.
“Kami sebagai pengelola prodi mengucapkan terima kasih atas semua dukungan, bantuan serta kerjasamanya yang baik dari semua pihak,” ujar Mawar.
Mawar menjelaskan, persiapan akreditasi dilakukan sejak dini dengan membentuk tim penyusun evaluasi diri program studi. Langkah tersebut diperkuat dengan sistem pengarsipan digital terhadap data pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, sehingga data yang dibutuhkan dalam proses akreditasi dapat diakses dan dikumpulkan dengan lebih mudah.
“Sejak dini mempersiapkan tim penyusun evaluasi diri (FED) program studi. Data pelaksanaan Caturdarma Program Studi sudah diarsipkan secara digital sehingga mudah mengakses dan mengumpulkan data yang diperlukan,” ujar Mawar.
Selain itu, Program Studi Administrasi Publik UMJ juga melakukan simulasi asesmen lapangan dengan menghadirkan pakar dari asosiasi program studi, yaitu Indonesian Association for Public Administration (IAPA). Simulasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan program studi dalam menghadapi proses asesmen sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat.
Salah satu fokus utama adalah meningkatkan publikasi ilmiah dosen, khususnya pada jurnal internasional bereputasi. Upaya tersebut mendapat dukungan melalui peningkatan aktivitas penelitian dosen. Program studi juga memberikan perhatian terhadap peningkatan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan dan persentase kelulusan tepat waktu. Strategi yang diterapkan dilakukan melalui monitoring dan evaluasi secara rutin terhadap perkembangan studi mahasiswa.
Penguatan jejaring akademik juga dilakukan melalui peningkatan keaktifan dosen dalam organisasi dan asosiasi profesi. Mawar menyebut sekitar 90 persen dosen Program Studi Administrasi Publik UMJ merupakan pengurus asosiasi program studi, baik di lingkup Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) melalui APSANAP maupun di tingkat nasional melalui IAPA.
Penguatan kerja sama juga menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu. Program Studi Administrasi Publik UMJ memperluas jejaring dalam pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, baik melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), maupun organisasi nonpemerintah atau Non-Governmental Organization (NGO).
Mawar berharap capaian akreditasi Unggul dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan pada masa mendatang. Menurutnya, predikat tersebut harus menjadi pijakan untuk mendorong peningkatan prestasi dosen dan mahasiswa, pertumbuhan jumlah mahasiswa, serta peningkatan kualitas lulusan.
“Dari sisi prestasi, baik prestasi dosen maupun prestasi mahasiswa dapat ditingkatkan. Kemudian jumlah mahasiswa juga meningkat, kualitas lulusan dengan beragam kompetensi di Administrasi Publik dapat ditingkatkan, serta daya serap alumni di pasar kerja dapat berdaya saing tidak hanya secara nasional, tapi juga dapat berkompetisi secara global,” kata dia.

5 hours ago
8














































