PSG ke Final Liga Champions Dua Musim Beruntun

2 hours ago 2

PARIS Saint-Germain (PSG) memastikan tiket ke final Liga Champions untuk dua musim beruntun setelah menyingkirkan Bayern Munchen di babak semifinal dengan agregat 6-5. Hasil itu dipastikan usai bermain imbang 1-1 pada leg kedua di Allianz Arena, Kamis dinihari, 7 Mei 2026.

PSG tampil agresif sejak awal meski bermain di kandang lawan. Mereka langsung membuka keunggulan saat laga baru berjalan tiga menit lewat Ousmane Dembele. Gol bermula dari aksi Khvicha Kvaratskhelia di sisi kiri yang mengirim umpan tarik akurat ke kotak penalti. Dembele menyambarnya dengan tembakan keras yang tak mampu dibendung Manuel Neuer.

Gol cepat tersebut membuat Bayern berada di bawah tekanan karena harus mengejar defisit agregat. Tuan rumah mencoba merespons lewat kombinasi Luis Diaz dan Harry Kane, tetapi sejumlah peluang mereka masih bisa digagalkan kiper PSG, Matvey Safonov. Michael Olise juga sempat mengancam, namun lini belakang PSG tampil disiplin. Bayern bahkan sempat meminta penalti akibat dugaan handball oleh Nuno Mendes dan Joao Neves, tetapi wasit tidak mengabulkannya.

Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan semakin terbuka. PSG nyaris menambah keunggulan melalui Kvaratskhelia, tetapi Manuel Neuer melakukan penyelamatan gemilang. Di sisi lain, Safonov kembali tampil impresif dengan menggagalkan peluang beruntun dari Luis Diaz dan Olise.

Bayern akhirnya menyamakan kedudukan pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+4. Harry Kane mencetak gol setelah menerima umpan Alphonso Davies di depan kotak penalti. Namun, gol tersebut tak cukup untuk membalikkan keadaan, dan Bayern tetap tersingkir secara agregat.

Pelatih Bayern, Vincent Kompany, mengakui timnya kalah tipis dalam dua pertandingan yang berjalan ketat. “Saya tidak punya kemampuan untuk berlama-lama merasa kecewa. Pada akhirnya kami kalah dalam dua pertandingan yang sangat ketat melawan lawan yang sangat bagus. Kami seharusnya bisa lebih tegas dalam mengambil keputusan. Selamat untuk Paris,” ujarnya kepada DAZN.

Ia menambahkan bahwa timnya sudah mencoba segala cara untuk menyamakan kedudukan. “Kami sudah bermain melawan Paris lima kali. Kami menang dua kali, kalah dua kali, dan sekali imbang, yaitu hari ini. Kami sudah mencoba segalanya,” kata Kompany.

Ia juga menilai performa timnya di babak pertama cukup baik, tetapi mengakui keunggulan PSG dalam bertahan. “Mereka bertahan terhadap umpan silang dengan sangat baik dan selalu sigap mengamankan bola kedua. Meski kami sempat masuk ke situasi berbahaya, mereka memastikan kami tidak mendapatkan tembakan akhir.”

Di kubu lawan, pelatih PSG Luis Enrique memuji karakter timnya. “Karakter yang kami tunjukkan melawan tim seperti Bayern sangat positif. Kami sangat senang bisa mencapai final Liga Champions kedua secara beruntun. Pertandingannya sangat intens dan sulit. Mereka bermain di level tertinggi,” ujarnya.

PSG selanjutnya akan menghadapi Arsenal di partai puncak, setelah wakil Inggris tersebut menyingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1, seperti dilansir laman resmi UEFA. Laga final nanti menjadi kesempatan bagi PSG untuk kembali memburu gelar Liga Champions yang selama ini mereka idamkan.

Susunan pemain Bayern Munchen vs PSG

Bayern Munchen (4-2-3-1): Neuer; Laimer, Upamecano (Karl 85’), Tah (Min-jae 67’), Stanisic (Davies 67’); Kimmich, Pavlovic; Olise, Luis Diaz, Musiala (Jacson 78’); Kane.

PSG (4-3-3): Safonov; Zaire Emery, Marquinhos, Pacho, Mendes (Mayulu 85’); Vitinha, Ruiz (Beraldo 76’), Neves; Doue (Lucas Hernandez 6’), Kvaratskhelia, Dembele (Barcola 65’).

Pilihan Editor: Mungkinkah Gelar Juara Inter Milan Gugur karena Calciopoli
Pilihan Editor: Mengapa Kekerasan Terus Terjadi di Sepak Bola Indonesia

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |