Santuni 3 Anak Yatim dan Keinginan Yayan untuk Menikah Sepulang Jadi Tentara Rusia

2 hours ago 2

Warga Depok, Wahyu Oktavian Iskandar bergabung menjadi tentara Rusia berdasarkan informasi FUSI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wahyu Oktavian Iskandar menjadi perhatian publik setelah viral sebagai tentara Rusia. Pria yang akrab disapa Yayan itu ternyata tetap memberi kebaikan bagi orang yang ditinggalkannya di Tanah Air.

Yayan merupakan salah satu WNI yang menjadi tentara Rusia menurut data Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (Foreign Intelligence Service of Ukraine/FISU). Mereka direkrut dengan iming-iming gaji tinggi menjadi militer Rusia. Dalam laporan FISU, Yayan mendapatkan visa Rusia yang berlaku pada 14 April 2026-11 Agustus 2026.

Ketua RW 06 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok, Sugeng mengenal Yayan bukan sebagai pemuda baik-baik di masa muda. Perkelahian dan narkoba bukan hal yang aneh bagi Yayan muda.

Sebagai empunya wilayah, tentu urusan itu membuat Sugeng dan Yayan saling kenal hingga akhirnya akrab layaknya ayah-anak angkat. Apalagi kedua orang tua Yayan sudah mangkat atau meninggal dunia. Yayan merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.

Ternyata Yayan tak ingin larut di dunia gelap. Apalagi usia Yayan tak lagi muda. Sugeng menyaksikan kebulatan tekad Yayan untuk berubah. Cara yang ditempuh Yayan adalah dengan menjadi tentara Rusia. Hanya saja Yayan tak menjelaskan bagaimana memperoleh informasi lowongan sebagai tentara Rusia. Yang pasti, almarhum ayah Yayan merupakan marinir dan kakaknya seorang anggota polisi.

"Dia ingin berubah. Dia daftar jadi tentara, dia tau bukan sebagai satpam dia cerita. Tapi saya nggak tahu info rekrutannya dari mana," ujar Sugeng saat ditemui Republika pada Rabu (2/9/2026).

Sugeng mengetahui Yayan mulai mengirim uang untuk menyantuni anak yatim sejak menjadi tentara Rusia. Jumlahnya pun tak cuma satu, tapi tiga anak. "Dia itu nafkahin tiga anak yatim, kirim uang sejak jadi tentara Rusia itu," ujar Yayan.

Sugeng dan Yayan tak berhenti berkomunikasi lewat WhatsApp pascakeberangkatan dari Tanah Air. Keduanya sesekali video call. Saat itulah, Sugeng tahu kondisi Yayan baik-baik saja di perantauannya. Yayan mengaku tugasnya kini dekat dengan bahan peledak. Tapi belakangan Sugeng belum dapat berbincang lagi dengan Yayan yang lahir pada 22 Oktober 1985 itu.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |