Serangan ke Iran, Maskapai Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah

10 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu gangguan besar pada lalu lintas penerbangan di kawasan Timur Tengah hingga rute jarak jauh internasional. Sejumlah negara menutup wilayah udaranya sebagai langkah antisipasi keamanan, sementara maskapai global membatalkan dan mengalihkan penerbangan.

Dilansir dari Assosiated Press, Pemerintah Uni Emirat Arab dan Israel menutup wilayah udara mereka pada Sabtu (28/2/2026). Qatar Airways juga mengumumkan pembatalan sementara seluruh penerbangan ke dan dari Doha karena wilayah udara Qatar turut ditutup.

Pesawat yang tengah menuju Israel dialihkan ke bandara lain. Penumpang yang berada di Ben Gurion International Airport dan menunggu jadwal keberangkatan dipulangkan kembali menyusul pembatalan penerbangan.

Di Uni Emirat Arab, sejumlah penerbangan terdampak penutupan wilayah udara. Emirates menyatakan beberapa jadwalnya terganggu dan mengimbau penumpang memeriksa status penerbangan secara daring. Maskapai tersebut berbasis di Dubai International Airport, salah satu pusat penerbangan internasional tersibuk di dunia. Maskapai nasional Abu Dhabi, Etihad Airways, juga terdampak kebijakan serupa.

Maskapai Belanda, KLM, sebelumnya telah mengumumkan penghentian sementara penerbangan ke dan dari Tel Aviv mulai Ahad. Sementara itu, Virgin Atlantic membatalkan penerbangan dari Heathrow Airport menuju Dubai serta menghindari rute udara di atas Irak.

Kebijakan ini berpotensi membuat waktu tempuh penerbangan ke dan dari India, Maladewa, Dubai, serta Riyadh menjadi sedikit lebih lama. Maskapai tersebut memastikan setiap penerbangan membawa cadangan bahan bakar tambahan untuk mengantisipasi pengalihan rute mendadak.

Maskapai nasional Turki, Turkish Airlines, melalui akun X menyatakan penerbangan menuju Lebanon, Suriah, Irak, Iran, dan Yordania dihentikan hingga Senin. Adapun penerbangan ke Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Oman dibatalkan pada Sabtu. Perusahaan tidak menutup kemungkinan adanya pembatalan tambahan sesuai perkembangan situasi.

Gangguan ini memperlihatkan betapa sensitifnya industri penerbangan global terhadap dinamika geopolitik. Penutupan wilayah udara di satu negara dapat memicu efek domino pada jaringan penerbangan internasional, termasuk perpanjangan waktu tempuh, penambahan biaya operasional, hingga ketidakpastian jadwal bagi jutaan penumpang.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |