REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menerima kunjungan GGN Foundation untuk menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan ekosistem sepak bola Indonesia. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rektorat, Gedung Civilization UMJ, Jumat (14/8/2026) ini membahas pengembangan pendidikan sepak bola, bisnis olahraga, hingga pembinaan talenta muda.
Rektor UMJ, Ma’mun Murod menyambut positif penjajakan kerja sama untuk memperkuat peran UMJ dalam pengembangan sepak bola nasional. Kolaborasi tersebut mencakup pembinaan usia muda serta pengembangan bisnis dan pendidikan olahraga.
“Saya berterima kasih atas kedatangan Mbak Tisha dan juga tamu kita dari Swiss untuk membangun sepak bola, terutama terkait komitmen untuk membangun Football Boarding School. Ada hal yang terkait dengan bisnis sepak bola, dan itu nanti akan dikerjasamakan, tahap awal dengan program studi olahraga, baik sarjana maupun magister di UMJ,” ujar Ma’mun.
Ma’mun menilai keterlibatan perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah dapat memperluas dampak kolaborasi sehingga pengembangan sepak bola tidak hanya berpusat pada satu institusi. Menurutnya, jaringan tersebut menjadi potensi penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang lebih luas.
“Nanti, kita juga akan menjajaki kerja sama dengan PTMA yang memiliki program studi olahraga. Jumlahnya sekitar 37 kampus, tentu ini bisa menjadi modal awal untuk membangun dan menggelorakan lebih jauh tentang sepak bola Indonesia,” katanya.
GGN Foundation Partner, Ratu Tisha Destria mengapresiasi komitmen UMJ dalam mendukung pengembangan sepak bola, salah satunya melalui penyelenggaraan Liga Universitas yang telah berlangsung selama lima bulan sejak April.
Ia menjelaskan, pembahasan bersama UMJ tidak hanya berfokus pada kompetisi. Menurutnya, hal ini akan diarahkan pada peningkatan kualitas ekosistem sepak bola melalui pendidikan dan pengembangan bisnis olahraga.
“Kami mengeksplorasi apa yang bisa kita tingkatkan, khususnya di area kualitas dan keolahragaan, mulai dari integrasi Football Business yang berpotensi bekerja sama dengan beberapa partner dari Swiss dan negara lainnya. Selain itu, kami juga membicarakan potensi pembinaan usia muda melalui Football Boarding School,” kata Tisha yang juga merupakan Wakil Ketua Umum PSSI.
CEO Football Business Academy (FBA), Dorian Esterer menyampaikan kerja sama dengan UMJ berpotensi memberikan akses lebih luas bagi mahasiswa untuk mengenal dan memasuki dunia profesional sepak bola. Hal tersebut didukung oleh jejaring FBA yang mencakup berbagai institusi dan pelaku industri sepak bola di tingkat internasional.
“Apabila ada mahasiswa UMJ yang ingin bekerja di industri sepak bola, baik di Indonesia maupun secara global, kami memiliki jaringan dan akses untuk membantu mewujudkan peluang tersebut. Bagi kami, hal itu merupakan sesuatu yang sangat penting. Inilah bagian dari misi kami, yaitu mendorong profesionalisasi industri sepak bola,” ujarnya
Kunjungan ini menjadi langkah awal bagi UMJ dan GGN Foundation bersama Football Business Academy dalam menjajaki pengembangan sepak bola yang lebih luas, tidak hanya melalui prestasi di lapangan, tetapi juga melalui pendidikan, bisnis, pembinaan talenta, dan profesionalisasi sumber daya manusia.

5 hours ago
7














































