Ungah Ungguh Rakyat Saat Berlebaran dengan Raja Jawa

2 hours ago 1

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah DIY menggelar Silaturahmi Idul Fitri yang terbuka untuk masyarakat umum di Kompleks Kepatihan pada Senin (30/3/2026). Momentum ini menjadi kesempatan langka bagi warga untuk bertemu langsung dengan Raja Keraton Yogya sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur Sri Paduka Paku Alam X. Namun, ada ungah ungguhnya dan sejumlah aturan penting agar acara berlangsung tertib dan khidmat.

Pranata Humas Ahli Madya Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Ditya Nanaryo Aji menegaskan ada sejumlah aturan yang wajib dipatuhi warga yang datang untuk bertemu Sri Sultan. Warga yang datang diimbau mengenakan pakaian sopan dan tidak diperkenankan memakai sandal jepit saat memasuki area acara. Warga juga dilarang berswafoto atau merekam video ketika bersalaman dengan pimpinan daerah.

"Tahun 2026 ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bertemu langsung dengan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, sekaligus merayakan Hari Jadi DIY ke-271 yang puncaknya pada 13 Maret lalu jatuh pada suasana Ramadhan. Jadi, kita rangkai menjadi satu kesatuan dalam semangat kesederhanaan," kata Ditya, Ahad (29/3/2026).

Ditya mengatakan, acara tahun ini akan bertajuk Silaturahmi Idul Fitri, bukan open house. Menurutnya, momen ini menjadi spesial setelah sempat ditiadakan pada 2025. Ia kembali menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan selama acara berlangsung di Bangsal Kepatihan, terutama terkait larangan swafoto demi menjaga kelancaran antrean.

"Kami dari Humas Pemda DIY akan menyediakan tim fotografer di lokasi. Masyarakat tidak perlu khawatir kehilangan momen, karena kami menyediakan link download foto yang bisa diakses secara bebas setelah acara," ungkapnya.

Pemda DIY juga memastikan kegiatan ini inklusif dengan menyediakan jalur khusus bagi penyandang disabilitas agar mendapatkan prioritas selama prosesi berlangsung. Belajar dari pengalaman sebelumnya dengan jumlah pengunjung mencapai 5.000 hingga 10.000 orang, pengaturan alur diperketat. Kegiatan akan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, dan gerbang akan ditutup tepat pukul 12.00 WIB.

"Kami telah menyiapkan jalur khusus bagi penyandang disabilitas. Alurnya akan dibedakan agar rekan-rekan disabilitas mendapatkan prioritas dan kenyamanan selama prosesi silaturahmi berlangsung," ujar Ditya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |