Ancaman Deepfake Meningkat, Standar Keamanan Biometrik Diperketat

3 hours ago 3

Teknologi deepfake (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ancaman fraud berbasis kecerdasan buatan semakin kompleks seiring maraknya penggunaan teknologi deepfake dan spoofing biometrik dalam proses verifikasi identitas digital. Industri perbankan dan fintech kini menghadapi tekanan baru untuk memperkuat sistem keamanan, terutama dalam tahapan know your customer dan digital onboarding.

Di tengah situasi tersebut, perusahaan teknologi identitas digital Verihubs mengumumkan telah meraih sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 untuk sistem manajemen keamanan informasi serta ISO/IEC 30107 terkait Presentation Attack Detection untuk teknologi liveness detection yang dikembangkan secara internal. Standar ISO/IEC 30107 menguji kemampuan sistem biometrik dalam mendeteksi manipulasi identitas, termasuk penggunaan rekaman video, masker tiga dimensi, hingga rekayasa wajah berbasis AI.

Perkembangan generative AI membuat metode penipuan identitas digital semakin sulit dikenali dengan sistem verifikasi konvensional. Celah pada proses autentikasi dapat berdampak langsung pada risiko pencurian data, pembobolan akun, hingga penyalahgunaan layanan keuangan.

Head of AI Verihubs, Bram, menyampaikan bahwa sertifikasi tersebut menjadi langkah penguatan terhadap pola serangan yang terus berkembang. Ia mengatakan, sertifikasi ini memastikan sistem kami telah melalui pengujian independen sesuai standar internasional. “Di tengah meningkatnya risiko fraud berbasis AI, kemampuan mendeteksi presentation attack menjadi elemen penting dalam menjaga integritas proses verifikasi identitas digital,” kata dia dalam siaran pers, Selasa (3/3/2026).

Teknologi biometrik berbasis AI kini menjadi tulang punggung ekosistem layanan keuangan digital. Sejumlah bank, perusahaan fintech, hingga lembaga pemerintahan mengandalkan verifikasi biometrik untuk mempercepat proses onboarding sekaligus menjaga kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data dan anti pencucian uang.

Ke depan, perusahaan menyatakan akan terus mengembangkan platform Identity & Risk Decision untuk menjawab kebutuhan keamanan digital yang semakin kompleks. Penguatan sistem deteksi manipulasi identitas dinilai menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik di era penyalahgunaan AI yang kian masif.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |