DEN Usul Pembangkit Nuklir Jadi Proyek Strategis Nasional

2 hours ago 3

Peneliti BRIN melakukan pengecekan kolam reaktor nuklir di fasilitas Reaktor Serba Guna G.A Siwabessy, di kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (15/7/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dewan Energi Nasional mendorong proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir berbasis small modular reactor masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Langkah ini dinilai krusial untuk mengejar target operasi komersial pertama pada 2032.

Anggota DEN Satya Widya Yudha mengatakan, status PSN akan mempercepat proses perizinan dan harmonisasi regulasi lintas sektor. “Apabila proyek ini dapat dimasukkan ke dalam PSN, tentu akan ada banyak prosedur dan proses yang bisa membuat pengembangan PLTN serta reaktor nuklir kecil dan menengah menjadi jauh lebih mudah,” katanya dalam Workshop on Small Modular Reactor Deployment Considerations for Indonesia di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Pemerintah menargetkan kapasitas nuklir mencapai 500 megawatt pada 2032–2033 dan melonjak menjadi 35 gigawatt pada 2060. Target tersebut tertuang dalam Rencana Umum Tenaga Nuklir dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik.

RUPTL PLN 2025–2034 juga memasukkan rencana pembangunan dua unit PLTN masing-masing berkapasitas 250 MW di Kalimantan Barat dan Bangka Belitung. Model yang dipertimbangkan pemerintah mengarah pada teknologi SMR yang dinilai lebih fleksibel dari sisi kapasitas dan konstruksi.

Untuk menyiapkan implementasi program nuklir, DEN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah membentuk Nuclear Energy Program Implementing Organization. Lembaga ini masih menunggu persetujuan Presiden.

Satya menegaskan dukungan politik tingkat tinggi menjadi faktor kunci percepatan proyek. Ia juga meminta keterlibatan universitas dan lembaga riset untuk mengkaji risiko strategis sebelum masuk tahap eksekusi.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional yang mengubah posisi nuklir dari opsi terakhir menjadi opsi viabel untuk mencapai target net zero emission 2060.

Dalam workshop tersebut, DEN menggandeng Jepang dan Amerika Serikat untuk membahas pengembangan SMR. “Kami terbuka untuk semua vendor, tetapi kebetulan Amerika dan Jepang menawarkan teknologi SMR yang mereka yakini bisa memenuhi kebutuhan kita,” ujarnya.

Menurut Satya, pembahasan saat ini masih pada tahap studi awal dan belum masuk tahap proyek.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |