Dua Lagi TNI Gugur di Lebanon, PBB Kutuk Serangan Terhadap UNIFIL

6 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan dua anggota Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) asal Indonesia gugur akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik pasukan perdamaian itu di Lebanon pada Senin (30/3/2026). Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix, mengutuk keras insiden tersebut.

"Dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, sektor timur. Dua pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka, satu di antaranya luka serius. Kami mengutuk keras insiden-insiden yang tidak dapat diterima ini, dan pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran," kata Lacroix dalam pernyataannya di Markas Besar PBB, di New York, seperti dikutip di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Dia menjelaskan insiden itu terjadi sehari setelah seorang anggota pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia gugur ketika sebuah proyektil menghantam dan meledak di pangkalan misi Ett Taibe. Satu anggota lain pasukan itu terluka parah dan dibawa ke rumah sakit di Beirut.

Lacroix menyampaikan ungkapan belasungkawa terdalam kepada keluarga para penjaga perdamaian yang gugur serta kepada Pemerintah Indonesia. Dia pun berharap agar mereka yang terluka segera pulih.

UNIFIL sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan keadaan dari perkembangan tragis itu, katanya. Lacroix menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB tetap berada di lapangan dan melaksanakan tugas-tugas yang diamanatkan Dewan Keamanan di tengah kondisi yang sangat berbahaya itu.

Diplomat Prancis itu juga menyerukan agar semua tindakan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian dihentikan dan semua pihak harus mematuhi kewajiban mereka setiap saat untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian.

Pada Senin (30/3/2026), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan seorang anggota pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia yang berada dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Ahad (29/3/2026).

Praka Farizal Rhomadhon dipastikan gugur dalam peristiwa tersebut, sementara tiga personel lain, atas nama Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, terluka.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah memastikan ketiga personel yang terluka itu telah dievakuasi ke fasilitas medis, termasuk Praka Rico yang mengalami luka berat diungsikan ke Rumah Sakit St George di Beirut untuk perawatan intensif.

Menurut situs Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UN Peacekeeping), per Januari 2026 terdapat sebanyak 756 anggota yang berasal dari Indonesia yang berpartisipasi dalam UNIFIL Lebanon.

Korban Pasukan Penjaga Perdamain di Lebanon (Unifil) dari Indonesia pada Senin (30/3/2026), bertambah tidak hanya satu orang. Setelah korban Praka Farizal Rhomadhon, kali ini dua prajurit TNI Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) XXIII-S/Unifil juga gugur saat sedang bertugas.

Informasi yang didapatkan Republika, kedua korban serangan brutal militer Israel itu adalah Mayor Inf ZA dan Sertu I. Keduanya saat itu sedang berusaha mengevakuasi prajurit TNI lain yang terluka. Namun, dalam perjalanan konvoi itu diserang Zionis Israel. Berarti sudah tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |