REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Kabupaten Kuningan mencatatkan tren surplus beras yang terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Target capaian produksi pun kembali ditingkatkan pada tahun ini.
Pada 2024, surplus beras mencapai 93 ribu ton. Angka tersebut naik menjadi 120 ribu ton pada 2025. Sedangkan pada 2026, target ditingkatkan sebesar 10 persen dari capaian 2025.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, mengatakan, surplus beras yang terus meningkat menunjukkan bahwa sektor pertanian Kuningan berada pada jalur yang tepat. Namun, ia pun mengingatkan jajarannya untuk tidak lengah mengingat tantangan produksi yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, hingga fluktuasi biaya produksi dan harga pasar.
“Kita tidak hanya bicara soal angka produksi, tetapi stabilitas pasokan, perlindungan petani, dan kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan Jawa Barat,” ujarnya, Ahad (1/3/2026).
Ia pun menekankan pejabat pengawas memiliki peran strategis sebagai simpul operasional yang memastikan kebijakan berjalan efektif di tingkat lapangan. Penguatan manajemen irigasi, pengawalan masa tanam, optimalisasi luas tambah tanam, hingga perlindungan usaha tani menjadi prioritas yang harus dikawal secara disiplin.
Wahyu mengatakan, dengan target kenaikan 10 persen pada 2026, maka produksi beras Kuningan diproyeksikan mampu memperkuat kontribusi daerah sebagai salah satu lumbung pangan di wilayah timur Jawa Barat. Ia meminta seluruh jajarannya bergerak dengan prinsip kerja cepat, responsif, dan berbasis data.
“Tiga hal yang harus kita pegang adalah berpikir besar, bertindak cepat, dan memastikan setiap program selesai dengan kualitas terbaik. Tantangan harus dijawab dengan inovasi dan kolaborasi,” katanya.
Ia mengungkapkan, dengan tren surplus yang meningkat dan target produksi yang lebih tinggi pada 2026, Pemerintah Kabupaten Kuningan optimistis dapat terus memperkuat perannya dalam mendukung stabilitas pangan regional. Hal itu juga sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

2 hours ago
3
















































