Perayaan Imlek dan Ramadan 2026 memperkuat harmoni keberagaman masyarakat Indonesia

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahun 2026 menjadi momentum istimewa bagi bangsa Indonesia, di mana kemeriahan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili bersinggungan langsung dengan khidmatnya bulan suci Ramadan.

Fenomena kelangkaan kalender ini tidak hanya menghadirkan visual kota yang estetik, tetapi juga mempertegas identitas Indonesia sebagai laboratorium toleransi dunia melalui berbagai perayaan budaya dan aksi kemanusiaan.

Lautan Lampion di Balik Kekhusyukan Ramadan

Di "Kota Seribu Kelenteng", Singkawang, ribuan warga memadati ruas jalan utama untuk menyaksikan Pawai Lampion. Ratusan mobil hias yang bersinar terang bersanding dengan atraksi naga, barongsai, hingga tarian kelabang, menciptakan pemandangan megah di sepanjang rute Jalan Diponegoro hingga Jalan Niaga.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan bahwa lampion bukan sekadar hiasan, melainkan simbol doa dan optimisme. Beliau menyoroti betapa indahnya perpaduan antara harapan baru khas Imlek dengan kesabaran serta ketulusan khas Ramadan. Sinergi ini terbukti memberikan dampak ekonomi nyata; penggabungan Festival Imlek dan Cap Go Meh dengan Ramadhan Fair sukses mendongkrak kunjungan wisatawan serta menghidupkan sektor UMKM lokal.

Aksi "Berbagi Cahaya" Lintas Agama

Semangat harmoni tersebut bergema hingga ke ibu kota melalui program Donasi Berbagi Cahaya. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, menggelar aksi sosial dengan menyantuni 1.000 anak yatim piatu lintas agama dari berbagai yayasan dan panti asuhan.

Irene Umar menekankan bahwa nilai berbagi adalah jembatan yang mempererat hubungan antarmasyarakat di tengah keberagaman. Acara ini bukan sekadar pemberian santunan, melainkan ruang pertemuan bagi generasi muda "Indonesia Emas" untuk saling mengenal dan berempati. Suasana semakin hangat dengan hadirnya sesi motivasi dari tokoh seperti Merry Riana, pertunjukan Aniwayang, hingga momen buka puasa bersama yang melibatkan anak-anak dari latar belakang keyakinan yang berbeda.

Pesan Persatuan Menuju Indonesia Emas

Rangkaian kegiatan di Singkawang dan Jakarta ini mengirimkan pesan kuat tentang solidaritas sosial. Pemerintah melalui Kementerian Ekraf dan Kemenko Infra memandang bahwa kepedulian sosial adalah kunci kenyamanan bersama dalam merayakan hari besar keagamaan yang berbarengan.

Dua momentum besar ini, Imlek yang mengajarkan harapan dan Ramadan yang melatih kepedulian, telah berpadu menjadi kekuatan kolektif. Melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas, Indonesia kembali membuktikan bahwa perbedaan budaya dan agama justru menjadi energi besar untuk membangun bangsa yang lebih maju, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |