DEWAN Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memanggil Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie untuk meminta klarifikasi perihal pernyataannya yang menjadi sorotan publik setelah dilaporkan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam ke kepolisian.
Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengatakan Grace telah memberikan penjelasan bahwa pernyataan yang ia sampaikan bersifat pribadi dan tidak mewakili sikap partai.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Grace juga dipanggil oleh DPP. Grace sudah memberikan penjelasan bahwa ia menyampaikan pernyataan secara pribadi tidak berkaitan dengan partai. Kami tidak mendukung pernyataan Grace karena ini persoalan sensitif,” kata Ahmad Ali dalam keterangan, Selasa, 5 Mei 2026.
Ali mengatakan partai berharap persoalan yang melibatkan para pihak dapat diselesaikan melalui dialog dengan ormas pelapor, bukan melalui eskalasi konflik. “Partai berharap akan terjadi dialog antara para terlapor dengan ormas, sehingga bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar dia.
PSI juga telah mengonfirmasi pengunduran diri kadernya, Ade Armando, dari keanggotaan partai. PSI menyebut keputusan tersebut telah dibicarakan bersama sebelum akhirnya diterima oleh partai. Ahmad Ali mengatakan Ade Armando dalam pertemuan dengan DPP menyadari sejumlah pernyataan pribadinya kerap dikaitkan dengan partai.
Aliansi dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam melaporkan pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda, serta dua politikus Ade Armando dan Grace Natalie ke Badan Reserse Kriminal Polri. Laporan terkait dugaan penghasutan lewat media elektronik, buntut polemik ceramah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 5 Maret 2026 lalu.
“Kami hari ini mewakili sekitar 40 ormas Islam yang kita sebut dengan Aliansi Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama datang untuk membuat laporan kepolisian yang akan melaporkan tiga orang, yaitu saudara Ade Armando, Permadi Arya, dan Grace Natalie,” kata Direktur LBH Hidayatullah Syaefullah Hamid di depan Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Syaefullah mengatakan, pihaknya menilai ketiga orang tersebut telah melakukan framing atas JK melalui video dan siaran siniar yang mereka unggah di media sosial. "Ade Armando yang telah mem-posting video penggalan yaitu di Cokro TV tanggal 9 April 2026. Lalu Permadi Arya yang mem-posting di media sosialnya tanggal 12 April 2026. Lalu Grace Natalie yang mem-posting pada media sosialnya tanggal 13 April 2026. Ada narasi-narasi yang dibangun yang di mana ada video yang tidak utuh yang disampaikan pada publik," kata dia.

















































