Tiga Puncak Hujan Meteor di Akhir Juli

2 hours ago 1

SEJUMLAH fenomena menarik bermunculan di langit malam sepanjang Juli, di antaranya hujan meteor. Pegiat astronomi dari Komunitas Langit Selatan di Bandung, Avivah Yamani, mengatakan planet Venus setelah Matahari terbenam akan terlihat sangat dekat dengan bintang Regulus. “Juga ada tiga puncak hujan meteor di akhir bulan,” katanya akhir pekan lalu.

Pada 28-29 Juli merupakan masa puncak hujan meteor Piscis Austrinid dengan jumlah maksimum lima meteor per jam. Hujan meteor itu berlangsung sejak 15 Juli hingga 10 Agustus yang akan tampak datang dari rasi Piscis Austrinus dengan  kecepatan 35 kilometer per detik di sekitar arah timur.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Hujan meteor Piscis Austrinid bisa diamati mulai pukul 19.51 WIB sampai waktu fajar. Waktu terbaik untuk pengamatan pada pukul 02.13 WIB saat arah datang meteor ini berada di titik tertinggi di langit.

Selanjutnya, menurut laman Komunitas Langit Selatan, puncak hujan meteor Delta Aquarid Selatan dan alpha Capricornid akan terjadi pada 30-31 Juli. Setiap jam bakal ada sekitar 25 meteor Delta yang melesat dengan kecepatan 41 kilometer per detik dari sejak pukul 19.48 WIB sampai fajar. Sementara  hujan meteor Capricornid berjumlah 5 meteor per jam yang biasanya juga muncul dengan bentuk bola api.

Adapun planet-planet yang bisa diamati langsung atau dengan teleskop, seperti Merkurius di pekan pertama di arah barat setelah Matahari terbenam. Kemudian Venus di barat yang akan tampak seperti bintang senja yang terang.

Bersama Jupiter, Venus akan seolah berjarak dekat dengan Bulan pada pertengahan Juli.  Sementara Mars dan Saturnus di arah timur mulai dini hari hingga fajar, sedangkan Uranus dan Neptunus terlalu redup untuk diamati tanpa alat.

Fase bulan baru pada 14 Juli terjadi saat posisinya mencapai titik terdekat dengan Bumi atau perigee dengan jarak 359.112 kilometer. Posisi terjauhnya atau apogee pada 25 Juli yang berjarak 406.265 kilometer dengan Bumi. Bulan purnama kedua akan muncul pada 29 Juli yang juga disebut Blue Moon atau Bulan Biru.

Sementara Bumi yang bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan elips atau lonjong, pada 7 Juli akan berada di titik terjauh dengan Matahari dengan jarak 1,016644 SA (Satuan Astronomi) atau 152.494.248 kilometer. 

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |