BPOM Eropa Beri Izin Edar Bahan Pangan Penekan Rasa Lapar

10 hours ago 2

UNI Eropa resmi menyetujui penggunaan inulin propionate ester (IPE), bahan tambahan pangan yang dikembangkan untuk membantu mencegah kenaikan berat badan. Persetujuan tersebut ditandai dengan masuknya IPE ke dalam EU List of Authorized Novel Foods setelah dinyatakan aman dikonsumsi manusia.

IPE merupakan serat pangan yang dikembangkan dan diuji oleh ilmuwan Imperial College London bersama SUERC, Centre for the Isotope Sciences di University of Glasgow. Bahan ini dirancang untuk memaksimalkan manfaat pola makan tinggi serat dengan membantu seseorang merasa kenyang lebih lama sehingga dapat mengurangi kelebihan asupan kalori harian yang menjadi salah satu penyebab kenaikan berat badan dalam jangka panjang.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ke depan, IPE akan ditambahkan ke berbagai produk pangan seperti smoothie, minuman konsentrat (shots), sereal, hingga roti. Bahan tersebut juga dapat dikonsumsi sebagai suplemen. Berbeda dengan obat penurun berat badan, IPE ditujukan sebagai upaya pencegahan agar kenaikan berat badan tidak berkembang menjadi obesitas.

Profesor Gary Frost, Chair in Nutrition and Dietetics di Department of Metabolism, Digestion and Reproduction, Imperial College London, mengatakan kelebihan kalori dalam jumlah kecil setiap hari dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang signifikan seiring waktu.

Bahkan, kata dia, kenaikan 1 kilogram atau 2,2 pon per tahun pada orang dewasa muda sudah cukup untuk menimbulkan masalah berat badan yang serius saat memasuki usia paruh baya. 

“Kita sudah mengetahui bahwa asupan serat yang lebih tinggi dapat mengatasi hal ini, tapi kita juga tahu bahwa kebanyakan orang kesulitan mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup dan masih jauh dari tingkat asupan yang direkomendasikan,” kata Frost seperti dikutip dari laporan Medical Xpress, 2 Juli 2026.

Dalam uji klinis acak terkontrol, tim peneliti menemukan bahwa konsumsi sekitar 10 gram IPE per hari mampu membantu mengatur nafsu makan sekaligus mencegah kenaikan berat badan.

IPE ini merupakan kombinasi inulin, senyawa alami yang terdapat pada chicory dan bawang bombai, dengan propionat, yaitu asam lemak rantai pendek yang juga terbentuk secara alami. Bahan tersebut bekerja dengan mengantarkan propionat langsung ke reseptor di usus besar yang memicu pelepasan hormon pengatur nafsu makan sehingga meningkatkan proses fermentasi alami oleh bakteri usus.

“Kami menggabungkan dua bahan alami untuk merangsang hormon pengatur nafsu makan tepat di lokasi yang diperlukan di usus,” kata Profesor Douglas Morrison dari SUERC, University of Glasgow.

IPE pertama kali dikembangkan oleh Morrison di laboratorium, kemudian diteliti bersama Frost selama sekitar 15 tahun melalui serangkaian studi klinis yang dipublikasikan di jurnal ilmiah.

Pada akhir tahun lalu, European Food Safety Authority (EFSA) mengeluarkan opini positif setelah meninjau data toksikologi, nutrisi, dan mikrobiologi IPE. Komisi Eropa kemudian memberikan otorisasi akhir sehingga bahan tersebut resmi masuk dalam daftar Novel Foods yang diizinkan di Uni Eropa.

Meski telah memperoleh persetujuan regulasi, produksi IPE masih terbatas pada skala percontohan, yakni beberapa ratus kilogram setiap kali produksi. Untuk meningkatkan kapasitas hingga ribuan ton dan memperluas pemasaran, tim peneliti telah mendirikan perusahaan rintisan bernama Satisfed serta mulai mencari mitra industri.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |