Kata Ekonom soal Dana Stabilisasi Obligasi Kuatkan Rupiah

1 hour ago 1

MENTERI Keungan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengaktifkan Dana Stabilisasi Obligasi atau Bond Stabilization Fund (BSF). Tujuannya agar menjaga kestabilan nilai dan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) sehingga mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

Ekonom Universitas Paramadina iIjayanto Samirin menyatakan rencana tersebut mestinya dilakukan saat kondisi genting atau krisis. “Bisa saja dibentuk saat ini, tetapi aktivasi konkretnya menunggu situasi yang benar-benar genting,” ucapnya kepada Tempo, 8 Mei 2026. 

Seperti Bank Indonesia dalam intervensi rupiah yang memerlukan penghematan cadangan devisa, Wijayanto berpendapat BSF juga harus menghemat amunisi atau pendanaan. Selain itu, ia berpendapat cara ini tak akan efektif untuk menjaga nilai tukar jika tidak dilakukan perbaikan fundamental.

Ada tiga perbaikan mendasar yang perlu dilakukan, menurut dia. Pertama, memperbaiki APBN untuk mengurangi defisit melalui rasionalisasi belanja program prioritas dan belanja senjata serta transformasi rezim subsidi.

Kedua, perbaikan governance pasar modal untuk mengurangi arus modal bersih keluar atau net outflow. Ketiga, perbaikan iklim investasi untuk mendongkrak modal asing langsung (FDI).

Selain itu, Wijayanto menilai rencana kebijakan ini tak akan berdampak besar pada persepsi investor. “Investor tidak terlalu terpengaruh, mengingat ini langkah kosmetik saja. Mereka menunggu langkah-langkah perbaikan kongkrit yang fundamental,” ucapnya.

Rencana aktivasi BSF awalnya diungkap Purbaya dalam konferensi pers APBN pada 5 Mei 2026. Sehari setelahnya, Bendahara Negara itu menjelaskan BSF merupakan inisiatif Kementerian Keuangan sendiri. 

Penggunaan BSF dilakukan di tengah tren arus modal keluar (outflow) di pasar SBN yang memicu depresiasi nilai tukar rupiah. Dengan menggunakan BSF, diharapkan harga SBN menjadi lebih stabil. “Saya akan coba bantu rupiah dengan cara saya sendiri,” ucap Purbaya.

Mekanisme BSF dilakukan dengan cara pemerintah membeli kembali (buyback) SBN di pasar ketika terjadi aksi jual. Menkeu menyatakan sumber dananya dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah dan dibantu beberapa lembaga atau special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan.

Purbaya juga menerangkan bahwa langkah ini berbeda dengan Bond Stabilization Framework yang selama ini dapat diluncurkan lewat protokol Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Mengutip Antara, inisiatif Bond Stabilization Framework sempat dijelaskan Sri Mulyani pada 2018 saat masih menjabat sebagai Menteri Keuangan. Saat itu, Sri menyatakan BSF dapat aktif apabila berdasarkan penilaian KSSK kondisi perekonomian dalam keadaan waspada.

Anastasya Lavenia berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan Editor: Apa Saja Faktor Domestik Penyebab Rupiah Lesu

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |