Kelakar Brian Yuliarto: Jangan Punya Cita-cita Jadi Menteri

10 hours ago 3

MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengaku baru menyadari beratnya menjadi seorang menteri setelah menjabat. Menurut dia, setiap hari selalu muncul persoalan baru yang harus dihadapi sehingga jabatan tersebut jauh dari kesan nyaman.

Pengakuan itu disampaikan Brian saat memberikan pembekalan kepada penerima Beasiswa Garuda dan kepala Sekolah Garuda Transformasi di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Juli 2026. Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi pelajaran bahwa tantangan merupakan bagian dari proses yang harus dilalui setiap orang. "Saya baru tahu ternyata setiap hari ada masalah baru. Bangun pagi buka WhatsApp, 'ih naon deui ieu teh?' (apa lagi ini?), ada masalah baru," kata Brian.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia bercerita, sebelum menjadi menteri dirinya pernah menonton serial televisi Designated Survivor yang menggambarkan seorang Presiden Amerika Serikat yang terus menghadapi krisis. Saat itu ia menganggap alur cerita tersebut berlebihan. Namun setelah menjabat sebagai menteri, ia merasa kenyataannya tidak jauh berbeda. "Saya nonton film itu, saya bilang, 'ini orang kok masalah beda terus tiap hari'. Ternyata pas saya jadi menteri, benar kayak begitu," ujarnya.

Karena itu, Brian bahkan berkelakar agar anak-anak muda tidak bercita-cita menjadi menteri. Menurut dia, profesi peneliti jauh lebih menyenangkan dibandingkan harus menghadapi berbagai persoalan pemerintahan setiap hari. "Sudah Pak, pokoknya jangan punya cita-cita jadi menteri. Kalau disuruh, kebetulan memang enggak ada pilihan ya dilakukan. Tapi jangan cita-cita. Paling enak jadi peneliti," kata dia yang disambut tawa peserta.

Meski demikian, Brian mengatakan pengalaman menghadapi berbagai persoalan justru membuat dirinya lebih siap menghadapi tantangan yang lebih besar. Ia mengaku pernah melewati masa-masa sulit saat menempuh pendidikan dan membangun karier sebagai peneliti sehingga tidak mudah menyerah ketika menghadapi tekanan sebagai menteri.

Pengalaman itu pula yang ingin ia tularkan kepada para penerima Beasiswa Garuda. Brian mengingatkan mereka agar tidak menganggap memperoleh beasiswa sebagai akhir dari perjuangan. Menurut dia, tantangan yang lebih besar justru akan dihadapi ketika belajar di kampus-kampus terbaik dunia.

Ia meminta para mahasiswa membangun karakter tekun (perseverance), gigih (persistence), memiliki daya juang (grit), serta tetap rendah hati (humble). Keempat karakter itu, menurut Brian, menjadi bekal penting untuk menghadapi berbagai kesulitan selama menempuh pendidikan maupun saat kembali berkarya di Indonesia.

"Semakin berat perjalanan Anda, semakin luas cakrawala pengalaman yang Anda dapatkan. Kegagalan itu kadang proses untuk melatih Anda agar lebih siap menghadapi tantangan berikutnya," kata Brian.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |