REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presenter TV Inggris, Nadia Sawalha, menyebut akan mengambil langkah hukum terhadap ITV. la menuduh lembaga penyiaran tersebut mencopotnya dari acara bincang-bincang "Loose Women" karena dukungannya secara terbuka terhadap hak-hak rakyat Palestina.
Sawalha mengatakan pengacaranya telah mengirimkan surat somasi atau pragugatan kepada ITV. Dalam surat tersebut, ia menuduh ITV melakukan diskriminasi dan pelecehan terhadap dirinya karena pandangan anti-Zionis yang dianutnya. Sawalha berpendapat keyakinan tersebut termasuk dalam kategori keyakinan filosofis yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Kesetaraan (Equality Act) Inggris.
Dalam sebuah video yang diunggah di Instagram, Sawalha mengatakan ia mulai bersuara secara terbuka mengenai dukungannya terhadap Palestina pada Desember 2023, setelah pecahnya perang di Gaza. Sejak saat itu, ia kerap menjadi sasaran kampanye berupa tuduhan, pengaduan, serta seruan agar dirinya dikeluarkan dari "Loose Women".
"Setelah saya mulai berbicara mendukung Palestina pada Desember 2023, saya menjadi sasaran kampanye yang kian memanas berupa fitnah, keluhan, pemberitaan negatif, serta desakan terarah agar saya dikeluarkan dari Loose Women," kata Sawalha dilansir laman Arab News, Jumat (7/8/2026).
Menurut Sawalha, ITV telah beberapa kali memasukkan dan mengeluarkannya dari program tersebut, sambil mengubah standar yang diterapkan terhadap dirinya. Pihak ITV juga tidak dapat menjamin bahwa ia tidak akan kembali dicopot karena keputusan tersebut bergantung pada apa yang ia sampaikan di depan publik.
"Pihak ITV menyampaikan bahwa kontroversi yang muncul akibat pernyataan-pernyataan publik saya. Itu menjadi salah satu pertimbangan dalam keputusan mereka terkait keikutsertaan di program tersebut," kata dia.
Sawalha mengaku sedih karena persoalan tersebut akhirnya harus berujung pada langkah hukum. la mengatakan telah berupaya menyelesaikan masalah tersebut secara internal dengan mengetuk hati dan pikiran pihak ITV, namun upaya itu tidak membuahkan hasil.
"Saya ingin mengatakan betapa sedihnya saya bahwa semuanya harus sampai pada tahap ini. Percayalah, saya telah berusaha mengetuk hati dan pikiran ITV, tetapi tidak berhasil," kata Sawalha.
Somasi yang dilayangkan Sawalha muncul setelah sekelompok tokoh media yang dikenal pro-Israel mengirimkan surat terbuka pada Juli lalu yang meminta ITV mencopotnya dari "Loose Women". Dalam surat tersebut, Sawalha dituduh menyebarkan retorika yang menghasut dan informasi yang keliru.
Sawalha membantah tuduhan antisemitisme tersebut. la menegaskan dirinya tidak pernah diberi kesempatan untuk melihat maupun menanggapi tuduhan-tuduhan yang tercantum dalam surat terbuka itu.

2 hours ago
1














































