REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA, – Pemerintah Kota Samarinda memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 untuk menanamkan budaya antikorupsi dan memperkuat pendidikan karakter siswa. Program ini diwujudkan melalui inisiatif Sekolah Berintegritas yang digelar di SMPN 22 Samarinda.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, menyatakan program ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab sejak usia dini. Pembukaan program dilakukan langsung oleh Neneng di SMPN 22 Samarinda pada Senin.
"Melalui pendidikan karakter berkelanjutan, kami ingin membentuk generasi berintegritas yang berani menolak kecurangan serta siap menjadi pemimpin masa depan yang bermoral," ujar Neneng.
Jangkauan Program Diperluas
Neneng menjelaskan, Sekolah Berintegritas merupakan agenda rutin Inspektorat Kota Samarinda yang digelar bergilir di berbagai sekolah. Momentum MPLS dipilih karena dinilai sebagai waktu terbaik untuk membentuk karakter siswa baru saat memasuki lingkungan pendidikan yang baru.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kualitas akademik, melainkan juga karakter sumber daya manusianya. Penanaman nilai berakhlak sejak dini menjadi investasi penting bagi daerah.
"Bibit unggul harus dipersiapkan sekarang agar kelak menjadi pemimpin maupun aparatur sipil negara (ASN) yang berintegritas dan amanah," tegasnya.
Tahun ini, jangkauan program Sekolah Berintegritas diperluas hingga mencakup seluruh kecamatan di Samarinda demi pemerataan pendidikan karakter. Pemerintah menargetkan pelaksanaan program ini minimal di 10 sekolah setiap tahunnya.
Lima Komitmen Sekolah
Kepala SMPN 22 Samarinda, Febiyanti Violeta, menyambut positif inisiatif ini. Ia berharap program tersebut menjadi fondasi kuat dalam membangun ekosistem sekolah yang bersih, jujur, dan beretika.
"Kami berharap kegiatan ini memicu komitmen bersama untuk menciptakan budaya sekolah yang bebas dari segala bentuk kecurangan," kata Febiyanti.
Bersamaan dengan agenda tersebut, SMPN 22 Samarinda juga mendeklarasikan lima komitmen utama untuk tahun ajaran baru. Kelima komitmen tersebut meliputi perwujudan sekolah ramah anak, sekolah berkarakter antikorupsi, sekolah rujukan inklusi, sekolah sehat, serta sekolah menuju Adiwiyata Kota dan Adiwiyata Mandiri.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

4 hours ago
3















































