CANTIKA.COM, Jakarta - Tenant skincare dan apotek menawarkan berbagai macam produk untuk melindungi dan memperbaiki kulit kamu Beberapa produk berfungsi sebagai eksfoliator, beberapa menambah volume, dan yang lainnya melembapkan. Semua produk ini bekerja pada lapisan skin barrier, lapisan terluar kulit Anda. Terkadang, alih-alih menutrisi kulit, produk tertentu dan faktor eksternal justru membuat kulit menjadi kering dan sensitif.
Lapisan terluar kulit berfungsi membentuk lapisan pelindung. Lapisan ini membantu menahan air dan menghalangi alergen, seperti bakteri, polutan, dan bahan kimia kuat. Dalam kondisi normal, ketika sawar ini kuat, kulit berada dalam keseimbangan, lembap, dan sehat. Namun, jika rusak, kulit menjadi lunak dan rentan terhadap berbagai masalah.
Dr. Nirupama Parwanda, Dermatolog & Pendiri Zolie Skin Clinic, membagikan tiga faktor yang dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan skin barrier:
1. Penggunaan Produk Perawatan Kulit yang Berlebihan
Salah satu penyebab utama kerusakan lapisan pelindung kulit di era modern adalah penggunaan bahan aktif perawatan kulit yang berlebihan. Banyak orang mengikuti tren perawatan kulit online dan menggunakan produk yang mengandung asam pengelupas, retinoid, vitamin C, dan perawatan keras tanpa memahami seberapa sering menggunakannya atau berapa banyak produk yang harus diaplikasikan. Semua bahan ini mungkin bermanfaat, tetapi jika digunakan secara tidak tepat atau berlebihan, dapat menghilangkan minyak alami kulit dan bahkan lapisan pelindungnya.
2. Pembersihan Berlebihan
Kesamaan kedua adalah pembersihan yang berlebihan. Keseimbangan kulit dapat terganggu oleh pencucian wajah yang berlebihan atau penggunaan pembersih dengan pH tinggi dan keras. Orang dengan kulit berminyak atau berjerawat cenderung percaya bahwa semakin sering mereka mencuci wajah, semakin terkendali minyaknya; pada kenyataannya, ini tidak berhasil dan hanya mengeringkan kulit, yang dapat menyebabkan iritasi lebih lanjut dan bahkan lebih banyak jerawat.
3. Faktor Stres Lingkungan
Faktor-faktor tersebut juga meliputi polusi, radiasi UV, perubahan cuaca ekstrem, dan penggunaan AC yang berkepanjangan, yang semuanya secara bertahap merusak lapisan pelindung kulit. Faktor lain yang berkontribusi terhadap peradangan dan sensitivitas meliputi kehidupan perkotaan, stres, kurang tidur, dan dehidrasi.
Apa saja tanda-tanda kerusakan pada lapisan pelindung kulit?
Tanda-tanda kerusakan lapisan pelindung kulit meliputi kekeringan dan kemerahan yang terus-menerus, rasa terbakar atau menyengat, rasa kencang, pengelupasan, peningkatan toleransi terhadap produk, dan munculnya jerawat. Dalam beberapa kasus, kulit juga mungkin tampak kusam dan kasar, bahkan ketika individu tersebut menggunakan pelembap secara teratur.
Bagaimana Cara Memperbaiki Lapisan Pelindung Kulit yang Rusak?
Kerusakan pada lapisan pelindung kulit dapat diperbaiki, asalkan pendekatannya tepat. Yang pertama adalah menyederhanakan kebiasaan perawatan kulit. “ Kita juga dapat meminimalkan atau menghilangkan sementara bahan aktif yang kuat, sehingga membantu kulit pulih,” kata dokter kulit tersebut. Pada tahap ini, perawatan kulit ringan yang berfokus pada pelembapan dan pemulihan diperlukan.
Gunakan pembersih ringan tanpa sabun, dan sebaiknya jangan sampai kulit menjadi terlalu kering. “ Ketersediaan bahan-bahan pelembap, termasuk ceramide, gliserin, asam hialuronat, asam lemak, dan niacinamide, membantu memulihkan lapisan pelindung kulit alami dan mencegah hilangnya kelembapan,” kata Dr. Parwanda. Menggunakan tabir surya setiap hari juga penting, karena paparan sinar matahari dapat mengikis dan melemahkan kulit.
Faktor Apa Saja yang Memengaruhi Kesehatan Kulit?
Faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan kulit adalah gaya hidup. Konsumsi air yang cukup, diet seimbang yang kaya antioksidan dan lemak sehat, manajemen stres, dan tidur yang cukup semuanya bermanfaat untuk perbaikan lapisan pelindung kulit dan kesehatan secara keseluruhan.
Para ahli dermatologi juga mempromosikan perawatan kulit yang dipersonalisasi dan tidak menganjurkan rutinitas perawatan kulit yang kaku. “Tidak semua produk, atau jumlah yang diaplikasikan secara bersamaan, akan cocok untuk semua jenis kulit,” kata Dr. Dermatolog Sameer Apte, dari SRV Hospitals, kepada Health Shots. Kerusakan kulit jangka panjang dapat dihindari jika saran yang tidak profesional tidak diikuti sebelum memperkenalkan bahan-bahan baru atau kuat ke dalam rejimen perawatan kulit.
Ketika lapisan pelindung kulit, yang juga dikenal sebagai stratum corneum, rusak, lapisan tersebut tidak dapat menahan kelembapan atau melindungi dari iritan luar. Hal ini dapat menyebabkan kulit kering, gatal, merah, atau bersisik. Kulit mungkin terasa kencang dan perih saat produk diaplikasikan. Kerusakan pada lapisan pelindung kulit juga dapat memperburuk jerawat dan komedo, serta memperlambat penyembuhan.
HINDUSTAN TIMES
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.















































