Jangan Tunggu Waktu yang Tepat, Reksa Dana Ajarkan Disiplin Berinvestasi

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang ingin mulai investasi, tapi urung melangkah karena satu hal yakni menunggu waktu yang tepat. Saat harga turun, takut rugi. Saat harga naik, merasa sudah ketinggalan. Padahal, waktu yang benar-benar “tepat” sering kali tidak pernah jelas.

Di tengah situasi itu, reksa dana menawarkan pendekatan yang lebih sederhana. Bukan soal menebak kapan harus masuk, melainkan bagaimana mulai dan tetap konsisten.

Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana Indonesia (APRDI), Lolita Liliana, mengatakan investor tidak perlu menunggu momentum tertentu. “Kalau kita menunggu waktu terbaik, kita tidak pernah tahu kapan itu. Karena itu lebih baik dilakukan secara berkala,” ujarnya dalam Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana APRDI 2026 di Ruang Seminar, Tower 2 Lantai 1 IDX Jakarta, Senin (20/4/2026).

Bagi sebagian orang, turunnya pasar sering diartikan sebagai sinyal untuk menunda. Padahal, pergerakan seperti itu justru bagian dari siklus yang wajar. Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional Otoritas Jasa Keuangan, M Maulana, mencontohkan indeks pasar sempat turun hingga sekitar 19 persen pada awal tahun. Namun, di saat yang sama, dana kelolaan reksa dana tetap tumbuh.

“Artinya investor sudah mulai sadar ketika harga turun dan fundamentalnya bagus, itu menjadi kesempatan untuk membeli,” jelasnya.

Kebiasaan inilah yang kini mulai didorong. Salah satunya melalui program PINTAR reksa dana (Program Investasi Terencana dan Berkala). Lewat skema ini, investor bisa menyetor dana secara rutin tidak harus besar, yang penting konsisten. Bisa bulanan, mingguan, bahkan harian. Dengan cara itu, harga pembelian menjadi lebih rata. Investor tidak perlu pusing mencari titik terendah atau tertinggi.

“Dengan investasi berkala, kita tidak perlu menebak pasar,” kata Lolita.

Bagi pemula, langkah awal tidak harus langsung agresif. Salah satu pilihan yang sering digunakan adalah reksa dana pasar uang, yang ditempatkan pada instrumen jangka pendek seperti deposito dan obligasi. Pergerakannya relatif lebih stabil dibandingkan jenis lain, meski tetap memiliki risiko. Karena itu, produk ini kerap menjadi titik awal bagi mereka yang masih ingin mencoba tanpa tekanan fluktuasi besar.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |