REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Jumlah santri yang dirawat akibat diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, bertambah menjadi 70 orang. Sementara santri yang menjalani rawat jalan berjumlah 106 orang. Total korban terdampak sekitar 180 santri dan berasal dari beberapa pondok pesantren (ponpes) di Desa Pilangwetan.
Sekretaris Tim Percepatan MBG Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengungkapkan, sebanyak 70 santri dirawat di lima rumah sakit dan satu puskesmas. RS yang merawat mereka yakni RS Getas Pandawa, RS PKU Gubug, RS Sultan Fattah, RS Sunan Kalijaga, dan RSI NU.
Hanung mengungkapkan, MBG untuk pesantren-pesantren terdampak dipasok oleh SPPG Khidmatul Ummah Madani. Para santri yang diduga keracunan mengalami sejumlah gejala, antara lain pusing, mual, muntah, dan diare.
Menurut Hanung, para santri yang diduga mengalami keracunan mengonsumsi MBG pada Sabtu (18/4/2026). MBG disalurkan ke ponpes dan baru dikonsumsi pukul 13:30 WIB hingga sore hari. Menunya terdiri dari nasi goreng, telur ceplok, acar timun wortel, tahu goreng, susu, dan jeruk.
Hanung mengungkapkan, dugaan awal penyebab para santri mengalami gejala keracunan adalah keterlambatan pengonsumsian MBG. Selain itu ada pula indikasi pencampuran nasi goreng dengan kuah acar. "Tidak ditemukan indikasi awal bau/rasa menyimpang saat distribusi," ujar Hanung dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Menurut keterangan Dinas Kesehatan Demak, para santri mengalami gejala keracunan pada Ahad (19/4/2026) pagi. "SPPG sudah berhenti operasional per tanggal 19 April 2026," ungkap Hanung.
Hanung mengatakan, inspeksi ke SPPG Khidmatul Ummah Madani juga sudah dilakukan. "Kondisi dapur secara layout sudah sesuai, namun terdapat beberapa perbaikan, yaitu belum terdapat grease trap pada cuci bahan baku dan cuci ompreng, epoksi tidak sesuai, terdapat dua mes sebagai tempat istirahat, IPAL terbatas dan air agak keruh. SPPG sudah memiliki SLHS," ucapnya.
Oleh sebab itu, Hanung mengungkapkan, kesimpulan sementara, kasus dugaan keracunan yang dialami sekitar 180 santri di Desa Pilangwetan akibat faktor pascaproduksi. "Perlu peningkatan pengawasan distribusi dan edukasi penerima manfaat," katanya.
Saat ini SPPG Khidmatul Ummah Madani telah dipasangi garis polisi. "Produksi dihentikan sementara menunggu hasil uji laboratorium," ujar Hanung.

1 hour ago
1














































