Amran Siapkan Strategi Pertanian Tiga Tahap untuk Atasi Kemiskinan Alor

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan strategi pertanian tiga tahap untuk mengatasi kemiskinan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Strategi tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan pangan saat ini, peningkatan produksi tanaman pangan dalam jangka pendek, serta pengembangan komoditas perkebunan sebagai sumber kesejahteraan jangka panjang.

Amran mengatakan strategi tersebut disusun dengan mempertimbangkan potensi pertanian dan kondisi agroklimat Alor. Pemerintah akan mengembangkan padi dan jagung untuk memberikan hasil lebih cepat, sekaligus menanam kakao, mete, dan kelapa yang dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat selama puluhan tahun.

"Jadi program kita jelas: ada jangka pendek, ada jangka panjang. Dua-duanya kita lakukan di sini," kata Mentan saat kunjungan kerja di Alor, NTT, Sabtu (8/8/2026).

Tahap pertama diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat saat ini, terutama ketersediaan dan keterjangkauan beras. Amran memastikan pasokan beras di Alor harus tersedia dan meminta Perum Bulog menggelontorkan stok ke wilayah yang membutuhkan.

Langkah tersebut melanjutkan intervensi yang dilakukan Badan Pangan Nasional (Bapanas) setelah Amran menerima aspirasi mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, saat berdialog di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Adriano sebelumnya menyampaikan tingginya harga beras di Alor akibat produksi lokal yang rendah dan distribusi antarpulau yang terkendala.

Berdasarkan catatan Bapanas, realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Alor selama Maret-Juli 2026 mencapai 764.070 kilogram. Penyaluran dilakukan melalui Rumah Pangan Kita (RPK), pengecer pasar rakyat, dan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan pangan beras sebanyak 746.000 kilogram untuk masyarakat Alor hingga 31 Juli 2026. Dengan demikian, total beras yang telah digelontorkan melalui SPHP dan bantuan pangan mencapai sekitar 1,5 juta kilogram.

"Merata sampai daerah seluruh pulau. Nanti, aku pantau," ujar Amran saat meminta Bulog memastikan distribusi beras menjangkau seluruh wilayah Alor.

Tahap kedua difokuskan pada peningkatan produksi pangan yang dapat memberikan hasil dalam waktu relatif cepat. Pemerintah menyiapkan benih padi, jagung, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pompa bagi lahan yang memiliki sumber air.

Amran bahkan menambah bantuan benih padi dari permintaan awal satu hektare menjadi 3.000 hektare. Pemerintah juga menyiapkan pengembangan jagung seluas 3.000 hektare sebagai bagian dari program jangka menengah.

"Yang kedua adalah benih, kita beri benih, alsintan, pompa, dan macam-macam. Ini tiga bulan sudah panen, ya kan, empat bulanlah," kata Amran.

Menurut Amran, strategi tersebut diperlukan agar masyarakat tidak harus menunggu tanaman perkebunan menghasilkan. Padi dan jagung dapat menjadi sumber produksi serta pendapatan dalam waktu lebih singkat sembari pemerintah membangun fondasi ekonomi pertanian jangka panjang.

Tahap ketiga diarahkan pada pengembangan komoditas perkebunan yang memiliki umur produktif panjang. Amran menyebut kelapa, mete, dan kakao cocok dikembangkan di Alor karena kondisi agroklimat wilayah tersebut.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |