Sejumlah pekerja menambang pasir di tengah aliran Sungai Brantas, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026). Aktivitas penambangan pasir di Sungai Brantas telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi salah satu sumber penghasilan bagi sebagian warga. (FOTO : ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Pasir Brantas dikenal memiliki kualitas yang baik untuk kebutuhan bahan bangunan dan dipasarkan ke wilayah Kediri serta daerah sekitarnya. Penambangan dilakukan dengan cara tradisional hingga menggunakan mesin untuk mengeruk material yang berada di dasar dan tengah aliran sungai. (FOTO : ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
Di balik aktivitas ekonomi tersebut, penambangan pasir secara masif memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi sungai dan keseimbangan ekosistem di sekitarnya. Sungai Brantas menjadi ruang hidup sekaligus sumber penghidupan, memperlihatkan dilema antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan upaya menjaga kelestarian lingkungan. (FOTO : ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Di tengah aliran Sungai Brantas, aktivitas penambangan pasir menjadi bagian dari kehidupan ekonomi sebagian warga di Kota Kediri, Jawa Timur. Pasir yang dikenal berkualitas untuk bahan bangunan itu memiliki nilai jual hingga Rp1 juta untuk satu truk berkapasitas lima meter kubik.
Namun, aktivitas yang berlangsung secara turun-temurun itu juga menyisakan persoalan lingkungan, mempertemukan kebutuhan mencari nafkah dengan ancaman terhadap kelestarian ekosistem sungai.
sumber : Antara Foto

3 hours ago
3













































