CANTIKA.COM, Jakarta - Terinspirasi oleh kekayaan tropis Indonesia Timur di masa lampau dan budayanya yang elegan sekaligus penuh warna berani. Pada wilayah ini, tradisi lokal berjumpa dengan pengaruh kolonial Portugis dan Belanda, melahirkan estetika busana yang khas. Baju bodo, baju kurung, kebaya, dan bustier berbaur dalam satu budaya dan diperkaya dengan perhiasan yang rumit.
Dalam koleksi terbaru yang ditampilkan di Medan Fashion Trend 2026 kali ini, Lenny Agustin mengolah ulang potongan dasar busana adat—kebaya Ambon dan Ternate serta baju bodo Makassar—ke dalam bahasa desain yang lebih urban, dengan gaya feminine-romantic dan arty off-beat, sertak tak lupa meletakkan detail Funky Kebaya ala Lenny.
"Siluet tradisional saya terjemahkan secara kontemporer tanpa kehilangan ruh asalnya, menghadirkan dialog antara warisan budaya dan ekspresi modern. Palet warna didominasi nuansa gelap seperti navy blue, dark purple, dan dark green yang merefleksikan keanggunan perempuan Indonesia Timur," ucap Lenny melalui siaran pers, Selasa, 4 Agustus 2026.
Warna-warna tersebut dipadukan dengan aksen cerah terinspirasi dari bebungaan tropis serta sentuhan warna spotlight yang memberi elemen kejutan dan dinamika visual. Koleksi ini menggunakan material katun, tenun sarung sutra Makassar, sutra jumputan, dan lace Prada, yang diperkaya dengan detail bordir bunga, aplikasi bunga tiga dimensi, dan aplikasi manik-manik, menciptakan tekstur yang kaya dan nuansa artistik yang kuat.
Dalam koleksi terbaru di Medan Fashion Trend 2026, Lenny Agustin mengolah ulang potongan dasar kebaya Ambon dan Ternate serta baju bodo Makassar/Foto: Doc, IFC
Circular Fashion Movement: From Invisible to Iconic
Medan, Medan Fashion Trend 2026 sukses diselenggarakan pada 23–26 Juli 2026 di Delipark Medan sebagai bagian dari rangkaian Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026, hasil kolaborasi Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara bersama Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Medan.
Mengangkat tema “Circular Fashion Movement: From Invisible to Iconic”, Medan Fashion Trend 2026 menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan desainer, pelaku UMKM, perajin wastra, akademisi, komunitas kreatif, dunia usaha, dan pemerintah dalam membangun industri fashion yang berkelanjutan, inovatif, dan berdaya saing.
Tema ini menggambarkan perjalanan karya-karya lokal yang selama ini belum banyak dikenal (invisible) untuk berkembang menjadi karya yang memiliki identitas kuat, bernilai ekonomi tinggi, dan mampu menjadi ikon fashion Indonesia (iconic). Semangat Circular Fashion Movement juga menegaskan pentingnya pemanfaatan wastra lokal secara berkelanjutan, inovasi desain, efisiensi penggunaan material, serta kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi pertumbuhan industri fashion masa depan.
ECKA PRAMITA
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.














































