Bukan Sekadar Jabatan, Bima Arya Sebut Kepala Daerah Harus Punya Skill Statecraft

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi berbagai inovasi pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pembangunan. Ia menegaskan, kepala daerah saat ini dituntut memiliki kepemimpinan yang adaptif, terampil, dan mampu membaca dinamika global hingga lokal.

Menurut Bima, kompleksitas tantangan yang dihadapi kepala daerah saat ini jauh lebih besar dibandingkan periode sebelumnya. Selain harus merespons dampak geopolitik global terhadap inflasi dan stabilitas ekonomi, pemerintah daerah juga dituntut cepat menyesuaikan diri dengan kebijakan nasional, sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.

“Saat ini saya sangat memahami suasana kebatinan betapa tidak mudahnya menjadi kepala daerah. Ada tiga tantangan sekaligus yang dihadapi, yang berbeda dibanding generasi pertama kepala daerah langsung,” ujar Bima dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ia merinci, tantangan tersebut meliputi tekanan global yang berdampak langsung pada ekonomi daerah, dinamika kebijakan nasional yang terus berkembang, serta tuntutan realisasi janji politik dan pelayanan publik.

Bima juga menekankan pentingnya penerapan konsep statecraft dalam tata kelola pemerintahan daerah. Ia mengutip arahan Presiden bahwa kepala daerah tidak cukup hanya cerdas, tetapi juga harus terampil dan dapat dipercaya.

“Cerdas saja tidak cukup. Harus terampil secara teknis, dan yang paling penting adalah handal atau terpercaya,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bima mencontohkan berbagai praktik inovatif di sejumlah daerah, seperti optimalisasi pengelolaan reklame, pembenahan sistem parkir, hingga penguatan kerja sama dengan sektor swasta yang memberikan nilai tambah bagi pendapatan daerah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor yang tidak selalu harus melalui pendekatan kelembagaan formal, melainkan langsung menyasar isu-isu strategis yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Targetnya, sinergi ini tidak hanya berhenti pada forum, tetapi diturunkan dalam aksi konkret yang langsung menyentuh isu sektoral,” kata Bima.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin memaparkan inovasi daerahnya dalam menekan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui program SITI HAWA LARI (Sistem Integrasi Ternak Itik di Lahan Rawa dan Lahan Kering), yang dinilai efektif menambah pendapatan masyarakat.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |